Beranda Tangerang Ahmad Kafi: Persatuan dan Kekompakan untuk Kemaslahatan

Ahmad Kafi: Persatuan dan Kekompakan untuk Kemaslahatan

Kalawaca.com – Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang, H Ahmad Kafi, mengajak seluruh pengurus dan kader untuk memperkuat persatuan dan kekompakan dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.

Demikian disampaikan dalam Musyawarah Kerja I Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karawaci, pada Kamis, (21/8/2025) malam, di Majelis Taklim Darussalam, Cimone Jaya, Kota Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Kafi menekankan pentingnya menjalankan khidmat dengan tindakan nyata, bukan sekadar ucapan. Mewujudkan ucapan dalam tindakan untuk sebuah kemaslahatan.

“Sebagai muhasabah, kita, hampir semua pengurus selalu berbicara tentang berkhidmah. Tapi seringkali berhenti di lisan,” ungkap pria yang pernah menjadi aktifis PMII Jogja ini.

Ia juga mengibaratkan pengabdian kepada NU sama seperti berkhidmat di masjid. Memberikan kontribusi nyata dalam sebuah khidmah, agar kemanfaatan dapat dirasa oleh masyarakat.

“Kita berkhidmat di NU, seperti berkhidmat di masjid. Membawa yang ada di rumah untuk masjid, begitu juga membawa yang ada di rumah untuk NU,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Kafi mengingatkan, agar seluruh pengurus tidak terlalu bergantung pada pihak tertentu, seperti sebuah jabatan semata. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan menjadi kunci utama keberhasilan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita masyayikh.

“Bergerak serempak dan serentak, kita sering lupa karena berorientasi kepada pihak lain, terlalu mengandalkan jabatan semata, jangan jadikan itu yang utama. Kita harus perkuat persatuan dan kekompakan,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada jamiyyah, Ahmad Kafi juga menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menciptakan kemaslahatan bersama.

“Kita memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan umat, tapi juga penting dengan membangun hubungan yang baik dengan pemerintah. Komunikasi dengan stakeholder harus dibangun secara harmonis,” tambah pria jebolan Tebuireng ini.

Ia juga mengingatkan, bahwa hal-hal kecil, seperti membangun gerakan “Koin NU”, tidak boleh diremehkan. Sebab, melalui hal kecil ini bisa memberikan dampak besar untuk kemandirian dan kemanfataan yang dirasakan oleh Nahdliyin.

“Kita jangan lupa dengan hal-hal kecil seperti koin NU. Justru dengan hal-hal kecil itu bisa membuat perubahan yang besar,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan, bahwa kekompakan dan kebersamaan adalah pondasi utama untuk menghadapi berbagai tantangan. Terlebih menyatukan persepsi untuk sebuah tujuan, yakni menebarkan kemaslahatan.

“Dengan semangat kekompakan dan kebersamaan, hal-hal besar akan mampu kita atasi. Berbeda halnya jika kita bergerak sendiri-sendiri,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini