Beranda Nasional LPDP dan Puspenma Rekonsiliasi Anggaran Beasiswa BIB Kemenag

LPDP dan Puspenma Rekonsiliasi Anggaran Beasiswa BIB Kemenag

Rekonsiliasi anggaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) periode 2022–2024.

Kalawaca.com — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama melakukan rekonsiliasi anggaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) periode 2022–2024.

Kegiatan ini digelar pada 27–28 Agustus 2025 di Jakarta dan membahas penyaluran beasiswa pada semester pertama, 1 Januari hingga 30 Juni 2025.

Dari LPDP, hadir sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Divisi Keuangan Juni Damanik, Kepala Divisi Pelayanan Beasiswa Gendro Hartono, serta Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Agam Dwi Bayu Suryanto. Sementara dari Puspenma hadir Kepala Pusat Ruchman Basori bersama tim lengkapnya.

Ruchman menegaskan, rekonsiliasi ini penting untuk memadankan data penyaluran dan memetakan permasalahan yang dihadapi.

“Beasiswa adalah instrumen penting dalam mencetak SDM berkualitas. Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP bersama kementerian dan lembaga menjadi momentum terbaik untuk memastikan akses pendidikan yang merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, alokasi anggaran besar bagi beasiswa Kemenag sangat bergantung pada dukungan Dana Abadi Pendidikan (DAP). “Melalui DAP, kami optimistis generasi muda di lingkungan Kemenag dapat terfasilitasi dengan baik,” kata alumni UIN Walisongo tersebut.

Sebelumnya, Puspenma merekrut 1.030 penerima baru BIB 2025 untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, total penerima BIB mencapai sekitar 6.000 orang, terbagi dalam tiga kelompok program:

• S1: Reguler Dalam Negeri, Tahfidz DN, Prestasi DN, PJJ PAI, Prestasi LN, dan PBSB DN.

• S2: Reguler DN, LN, Double Degree, PBSB DN, PBSB LN, dan PBSB Double Degree.

• S3: 5000 Doktor LN, Reguler DN, Reguler LN, dan PBSB DN.

Kepala Divisi Keuangan LPDP, Juni Damanik, menyebut penyerapan anggaran pada semester pertama baru mencapai 33 persen. “Rekonsiliasi ini penting untuk mengidentifikasi kendala penyaluran agar sisa anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Kegiatan ini juga membahas perbaikan mekanisme penyaluran, evaluasi permasalahan administratif, dan sinkronisasi data penerima beasiswa antara LPDP dan Puspenma.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini