Kalawaca.com – Puluhan mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Timur menggelar aksi demonstrasi di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Jumat (29/8/2025). Mereka menyuarakan serangkaian tuntutan yang berfokus pada kesejahteraan kaum buruh dan menolak kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat kecil.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari siaran pers yang mereka keluarkan sehari sebelumnya. Dalam rilis yang ditandatangani oleh Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Jakarta Timur, Canfiki N, mereka menyoroti lima isu krusial.
“Kami dengan tegas menuntut penghapusan sistem outsourcing yang menindas, menolak kebijakan upah murah, dan mendesak kenaikan upah minimum sesuai standar hidup layak,” ujar Canfiki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kalawaca.com.
Selain isu upah dan outsourcing, PMKRI juga menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang marak terjadi. Tuntutan kelima secara khusus menyoroti kontrasnya nasib rakyat dengan para wakilnya, yaitu menolak pemberian tunjangan berlebihan kepada anggota DPR.
Menurut PMKRI, kebijakan negara seharusnya berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya. Mereka merasa terpanggil untuk memperjuangkan kaum tertindas di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih jauh dari stabil. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung damai dengan penjagaan dari aparat kepolisian, sementara perwakilan mahasiswa berharap dapat ditemui oleh pimpinan atau anggota dewan.