Beranda Warta Gugus Tugas Desa Sukamantri Rumuskan Program Pencegahan Ekstremisme Kekerasan Dalam Musyawarah Desa

Gugus Tugas Desa Sukamantri Rumuskan Program Pencegahan Ekstremisme Kekerasan Dalam Musyawarah Desa

BOGOR – Pemerintah Desa Sukamantri bersama Gugus Tugas Desa Damai menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk menyusun strategi penanganan konflik sosial dan pencegahan radikalisme. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (19/12/2025) bertempat di Villa Kambing, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Forum yini dihadiri oleh 17 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh perempuan, perwakilan pemuda, serta menghadirkan Densus 88.

Musyawarah ini digelar sebagai respons atas urgensi dukungan psikososial pascakonflik serta kebutuhan memetakan kerentanan baru di masyarakat. Dalam pembukaannya, Muhammad Fuad Abdul Baaqi selaku ketua gugus tugas menekankan pentingnya integrasi konsep reintegrasi sosial ke dalam kebijakan desa untuk memulihkan segregasi sosial yang masih tersisa di masyarakat.

“Pemulihan korban tidak bisa hanya bertumpu pada aspek legal, tetapi butuh pendekatan psikososial yang sensitif dan melibatkan komunitas,” ujarnya

Perwakilan Densus 88, Kujeng Prima Abadi memaparkan modus operandi baru kelompok radikal. ia menjelaskan bahwa ancaman terorisme kini tidak selalu berwajah menyeramkan, melainkan bisa masuk melalui manipulasi donasi kemanusiaan dan pengajian tertutup yang menyasar kerentanan ekonomi warga. Hal ini mengubah perspektif peserta mengenai pentingnya deteksi dini di lingkungan sekitar.

Merespons paparan tersebut, peserta musyawarah yang dibagi ke dalam tiga kelompok kerja berhasil merumuskan usulan program kerja. Salah satu fokus utama adalah perlindungan perempuan dan anak dari kerentanan ekonomi dan digital.

Kelompok kerja mengusulkan pelatihan keterampilan menjahit dan pembuatan kue bagi perempuan agar mandiri secara ekonomi dan tidak mudah dipengaruhi iming-iming bantuan kelompok eksklusif. Di sisi teknologi, disepakati program “Kelas Aman Internet Anak” dan pembentukan “Relawan Digital Desa” untuk membentengi remaja dari konten radikal dan hoaks di media sosial.

Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk menjalankan program-program tersebut secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa, demi mewujudkan Sukamantri sebagai desa yang damai dan tangguh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses