
Slawi, Kalawaca.com — Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus meluas. Hingga Senin (9/2/2026), tercatat ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, bahkan sebagian roboh.
Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan guna menangani dampak peristiwa tersebut.
Berdasarkan data terbaru di lapangan, sebanyak 464 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah itu, sekitar 50 rumah masuk kategori rusak berat, ditandai dengan dinding roboh, lantai retak parah, serta bangunan yang miring dan membahayakan penghuninya.
Akibat kondisi tersebut, lebih dari 2.400 warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi saat ini tersebar di delapan titik, antara lain di gedung sekolah dan kantor majelis taklim.
“Kondisinya sudah tidak aman. Tanah di sekitar rumah terus bergeser, sehingga kami memilih mengungsi demi keselamatan,” ujar salah seorang warga di lokasi pengungsian.
Selain permukiman, bencana ini juga berdampak pada infrastruktur publik. Sejumlah ruas jalan desa dan jalan kabupaten mengalami kerusakan di beberapa titik, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan logistik.
Bencana tanah bergerak di Padasari diduga dipicu oleh terganggunya stabilitas tanah pascabanjir bandang yang sebelumnya melanda kawasan perbukitan tersebut. Hujan deras dengan durasi panjang menyebabkan Sungai Rambut meluap dan memperparah kondisi geologis wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tegal menyatakan fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi serta pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah guna mengantisipasi potensi kerusakan lanjutan.



















