
Purbaya Yudhi Sadewa yang baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, menyampaikan sejumlah langkah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Ia mengungkapkan hal tersebut setelah pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
Purbaya menjelaskan bahwa pengalaman panjangnya dalam merumuskan kebijakan fiskal bukanlah hal baru. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia telah menjadi bagian dari tim formulasi kebijakan fiskal sejak masa pemerintahan Presiden SBY pada 2008. Bahkan, saat pandemi Covid-19, ia juga turut membantu Presiden Joko Widodo dalam merumuskan kebijakan fiskal di tengah melemahnya perekonomian Indonesia.
“Selain membantu Pak Jokowi dalam memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat, bukan hanya dari sisi anggaran tetapi juga cara mengelola uang pada saat itu,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Ia juga menanggapi anggapan yang meragukan pengalamannya dengan mengatakan, “Jadi kalau dibilang saya tidak berpengalaman, itu salah besar. Pada 2008 saya membantu Pak SBY, saya adalah bagian dari tim think-tank-nya. Saya selalu memberikan masukan fiskal kepada pemerintah, meski tidak dibayar. Mungkin sekarang akan dibayar.”
Purbaya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (8/9/2025). Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pelantikan Purbaya dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029.
Sebelumnya, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).



















