Beranda Nasional Kemenkes Pantau Dampak El Nino bagi Kesehatan, BMKG: Kekeringan Mereda Mulai Oktober

Kemenkes Pantau Dampak El Nino bagi Kesehatan, BMKG: Kekeringan Mereda Mulai Oktober

Kabut asap karhutla menyelimuti kota di Kalimantan Selatan
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan (foto arsip). Foto: Zenibas/Wikimedia Commons (CC0).

JAKARTA, KALAWACA.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau dampak El Nino terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari keterbatasan air bersih hingga penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan dampak kekeringan akan mereda seiring datangnya musim hujan pada Oktober hingga Desember 2026.

“El Nino bukan hanya persoalan cuaca dan iklim, tetapi berdampak pula pada kesehatan masyarakat karena keterbatasan air bersih, peningkatan suhu, karhutla, penurunan kualitas udara,” kata Juru Bicara Kemenkes Widyawati di Jakarta, Kamis (24/9/2026), seperti dikutip ANTARA.

Menurut Kemenkes, langkah perlindungan disesuaikan dengan tingkat risiko di tiap daerah, termasuk kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Musim Hujan Mulai Oktober

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebut fenomena El Nino di Samudra Pasifik diperkirakan berlangsung hingga triwulan pertama 2027. Namun, dampak kekeringan di Indonesia diperkirakan berakhir lebih cepat.

“Dampak El Nino terhadap kekeringan di Indonesia akan selesai dengan masuknya musim hujan yang dimulai bertahap pada Oktober, November, hingga Desember,” kata Ardhasena di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Yang Bisa Dilakukan Warga

Kemenkes mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. “Lindungi diri, lindungi keluarga,” kata Widyawati. Beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Memakai masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.
  • Memantau indeks kualitas udara secara berkala.
  • Minum air lebih banyak untuk mencegah dehidrasi.
  • Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas.
  • Memeriksa informasi dari sumber resmi.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit paru atau jantung, perlu mendapat perhatian lebih karena lebih mudah terdampak asap dan suhu panas.

Sumber Informasi Resmi

Referensi

  1. “Perkuat perlindungan, pemerintah pantau dampak El Nino bagi kesehatan“, ANTARA, 24 September 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini