Beranda DKI Jakarta Mengapa Warga Jakarta Diimbau Batasi Aktivitas Siang Hari Pukul 11.00-15.00?

Mengapa Warga Jakarta Diimbau Batasi Aktivitas Siang Hari Pukul 11.00-15.00?

warga jakarta dilarang keluar rumah pukul 11.00-15.00. Sumber: bloomberg Indonesia
warga jakarta dilarang keluar rumah pukul 11.00-15.00. Sumber: bloomberg Indonesia

JAKARTA — Warga Jakarta dan wilayah sekitarnya diminta membatasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB menyusul peningkatan suhu udara akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sepanjang April hingga Oktober 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca panas ekstrem yang mulai dirasakan di kawasan Jabodetabek.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan paparan sinar matahari pada rentang waktu tersebut berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan. “Hindari aktivitas di luar ruangan saat suhu berada di puncaknya, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi panas ekstrem yang dipicu El Nino berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasan. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan perlindungan diri, seperti mencukupi asupan cairan, menggunakan masker, serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Selain itu, penggunaan pelindung seperti topi atau payung dan tabir surya dengan SPF tinggi juga dianjurkan untuk mengurangi dampak buruk paparan panas. Menurut Ani, rendahnya kelembaban udara turut memperparah kondisi kulit yang rentan kering dan iritasi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa cuaca panas berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini berisiko memperburuk penyakit kronis, seperti gangguan jantung dan paru, serta meningkatkan potensi heatstroke.

Di sisi lain, kemarau panjang akibat El Nino juga berkontribusi pada penurunan kualitas udara yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan tersebut.

Fenomena yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” sendiri bukan istilah ilmiah resmi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa El Nino secara ilmiah hanya diklasifikasikan menjadi kategori lemah, moderat, dan kuat. Istilah “Godzilla” digunakan secara populer untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat dengan dampak luas.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan adanya potensi kombinasi El Nino kuat dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut dapat memperparah kekeringan akibat berkurangnya pembentukan awan hujan, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.

Sejumlah dampak yang berpotensi terjadi antara lain penurunan curah hujan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kondisi panas dan kering juga dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat secara luas.

Sumber: kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini