BOJONGGEDE — Puluhan warga Perumahan Griya Waringin Elok, Bojonggede, mengikuti workshop lingkungan bertajuk “Mengelola Sampah Jadi Berkah” di Masjid Baitul Mawaddah Elok, Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB itu diikuti sekitar 30 warga jamaah dari RT 04 dan RT 05 RW 12. Selain, pemaparan materi tentang kondisi sampah di sekitar Bogor peserta juga ditunjukkan beberapa hasil pengelolaan sampah yang sudah dilakukan Tim Wonder Play Hut asal Tajur Halang, Bogor.
Ketua Panitia, Muhammad Natsir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, sebagai wujud meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” ujar Natsir.
Senada, Ketua UPZ Masjid Baitul Mawaddah Elok, Sukemu J. Lukito, menegaskan komitmen pengurus masjid untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan tempat ibadah tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan masjid, sehingga Masjid Baitul Mawaddah Elok dapat menjadi contoh nyata bagi warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” kata Lukito.
Sekretaris Panitia sekaligus penggerak kegiatan, M. Mukhlisin, menyoroti persoalan sampah yang menurutnya kian mendesak untuk ditangani bersama. Ia merujuk pada data Pemerintah Kabupaten Bogor yang menyebut Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga sudah kelebihan kapasitas.
“Masjid dan lingkungan warga harus bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan sampah yang semakin lama semakin menggunung. Data Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat TPA Galuga saat ini sudah kelebihan kapasitas, sehingga pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan RT/RW menjadi kunci untuk mengurangi beban tersebut,” ujar Mukhlisin.
Dalam sesi inti, narasumber dari Tim Wonder Play Hut, Budi dan Evie, memaparkan materi sekaligus praktik pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai, seperti eco-enzyme dan pupuk kompos. Keduanya mengaitkan pengelolaan sampah dengan nilai keagamaan.
“Pengelolaan sampah yang baik merupakan bagian dari perwujudan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, atau khalifatul ardh. Selain menjaga kelestarian lingkungan, sampah yang dikelola dengan tepat — misalnya diolah menjadi eco-enzyme dan pupuk kompos — juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi warga,” kata Budi dan Evie.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, dilanjutkan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber. Panitia berencana mendorong warga RT 04 dan RT 05 RW 12 untuk mempraktikkan pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik secara berkelanjutan pascaworkshop ini.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, beberapa jamaah akan mendatangi langsung pengelolaan lingkungan dan sampah di lokasi Wonder Play HUT, di Tajur Halang. Selain itu, pengurus Masjid Baitul Mawaddah Elok akan membangun dropbox botol plastik di sekitar masjid.




