Beranda Bojonggede Dua Bulan Tanpa Kabar, Pria di Bojonggede Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah

Dua Bulan Tanpa Kabar, Pria di Bojonggede Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah

Penemuan mayat di Bojonggede. Sumber: Liputan6.com
Penemuan mayat di Bojonggede. Sumber: Liputan6.com

Bojonggede, Kalawaca.com – Warga Perumahan Puspa Raya, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh penemuan jasad pria berinisial WI (45), Sabtu (18/4/2026). Jasad ditemukan di dalam rumah yang selama ini tertutup dan tanpa aktivitas.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, aparat telah melakukan penanganan di lokasi. “Iya, anggota Polsek Sukmajaya dan Polres Metro Depok sudah melakukan penanganan di lokasi,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Penemuan bermula dari kecurigaan setelah korban lama tidak dapat dihubungi. Seorang saksi terakhir kali bertemu korban pada acara keluarga saat Ramadan. “Setelah itu, sampai saat ini tidak pernah ada kontak maupun ketemu langsung,” kata Made.

Atas permintaan keluarga, saksi kemudian mendatangi rumah korban. Saat tiba di lokasi, kondisi rumah dalam keadaan tertutup. “Sesampainya di lokasi saksi melihat kondisi rumah dalam keadaan gelap dan pintu terkunci dari dalam,” ujar Made.

Setelah dilakukan pengecekan bersama warga dan aparat lingkungan, korban ditemukan di ruang tamu. “Setelah pintu dapat dibuka, didapatkan jenazah dalam posisi telentang di bangku panjang ruang tamu,” kata Made.

Polisi menyebut kondisi jenazah telah membusuk. “Petugas kepolisian mendapati kondisi jenazah sudah membusuk dan mulai terlihat warna putih di seluruh tubuhnya,” ujar Made.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal sekitar dua bulan akibat sakit. “Diperkirakan sudah 2 bulan meninggal dalam kondisi sakit,” ucap Made.

Tidak ditemukan tanda kekerasan di lokasi. Barang-barang milik korban seperti dompet, kunci, hingga kendaraan masih berada di rumah. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Desa Bojong Baru.

Peristiwa ini menyoroti fenomena kematian yang luput dari perhatian di kawasan permukiman. Di tengah kedekatan fisik antarwarga, absennya interaksi sosial dapat membuat seseorang hilang tanpa jejak—hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini