Kalawaca.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan untuk mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).
Hal itu disampaikan Kepala PUSPENMA Kemenag RI, Ruchman Basori, saat memberikan kuliah umum pada acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Jumat (5/9/2025) di Parung.
“Jangan lama-lama kuliah di IIQ Jakarta, segera lulus dan kejar beasiswa untuk studi lanjut S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri,” tegas Ruchman di hadapan sekitar 350 mahasiswa baru.
Kehadiran Ruchman disambut antusias oleh para mahasiswa baru, pimpinan kampus, dan dosen IIQ Jakarta.
Dalam sambutannya, ia mendorong mahasiswa untuk memperdalam ilmu-ilmu Al-Qur’an dan menggunakannya sebagai landasan menghadapi tantangan kebangsaan dan global.
Aktivis mahasiswa 1998 itu menegaskan, menjadi mahasiswa IIQ dengan basis keilmuan Al-Qur’an sekaligus hafidzul Qur’an adalah pilihan yang tepat dan membanggakan.
“Solusi pelbagai masalah kehidupan sudah ada dalam Al-Qur’an, tugas mahasiswa adalah berijtihad bagaimana mengkontekstualisasikan ajaran dengan kondisi riil di masyarakat,” ujarnya.
Ruchman juga menekankan, bahwa Kemenag tidak membedakan mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam pemberian beasiswa.
“Semua sama, yang penting kemampuan akademiknya memenuhi syarat dan didukung dengan kemampuan bahasa yang memadai,” jelasnya.
Ia pun membeberkan sejumlah kiat untuk mendapatkan BIB, termasuk persiapan kemampuan bahasa melalui TOEFL dan IELTS, penguatan kapasitas akademik, serta membangun mental pejuang.
Hingga saat ini, Kemenag telah menyalurkan 7.594 beasiswa BIB yang merupakan program kolaborasi dengan LPDP Kemenkeu RI. Dari jumlah tersebut, laki-laki mencapai 4.404 orang dan perempuan 3.190 orang, atau sekitar 58% berbanding 42%.
Ruchman menegaskan, kaum perempuan mendapat porsi yang adil dalam mendapatkan beasiswa, termasuk kebebasan memilih program studi yang relevan dengan pasar kerja.
“Bapak Menteri Agama dan Sekjen Kemenag sangat komitmen memberikan beasiswa kepada mahasiswi, guru dan ustadzah, dosen dan tenaga kependidikan perempuan, pegawai Kemenag, serta alumni pesantren, PTK, dan madrasah,” katanya.
Acara PBAK IIQ Jakarta turut dihadiri Rektor IIQ Jakarta Nadjematul Faizah, Ketua Panitia PBAK Ifaty Zamimah, sejumlah dosen, serta pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).



















