Bagaimana Memahami Kasus Dugaan Penyadapan atas Presiden?

Apakah kasus dugaan penyadapan atas Presiden benar-benar mengalihkan isu publik? Alamsyah M Dja’far membacanya lewat “The Blame Game” karya Christopher Hood.

Avatar Alamsyah M Dja'far

2 menit baca

Ilustrasi kasus penyadapan atas Presiden

Alamsyah M Dja’far
Peneliti Wahid Foundation; Dosen Universitas Islam Depok

Dugaan penyadapan mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan sejumlah jenderal lain terhadap percakapan Presiden beberapa hari ini bagai banjir bandang.
Peristiwa ini menyeret isu-isu besar sebelumnya seperti kebakaran hutan dan lahan, tuntutan mahasiswa dan kekerasan aparat, dan sulitnya pekerjaan, ke orbit terjauh percakapan publik. Arah percakapan publik tampak bergeser.

Apakah isu ini benar-benar mengalihkan isu publik? Jangan-jangan sebaliknya, justru publik membawa lagi isu lama ke meja percakapan publik?

The Blame Game, Permainan Melempar Kesalahan, karya Christopher Hood, punya jawaban menarik.

Buku yang ditulis pada 2010 sebetulnya terbit dari gagasan sederhananya. Mengapa permainan melempar kesalahan dalam politik dan birokrasi lebih sering dikecam ketimbang dianalisis? Padahal, ia percaya permainan itu hampir tak bisa dihindari. Katakanlah sunnatullah dalam bahasa agama. Permainan kesalahan punya wajah negatif dan positif.

Jika kasus penyadapan dinilai sebagai pengalihan, maka model pengalihan itu menurut Christopher Hood masuk jenis “Mengalihkan Pembicaraan”, satu dari empat jenis permainan melempar kesalahan. Prinsip jenis ini sederhana: “alihkan perhatian para pengkritik Anda atau masyarakat.” Contohnya, cari momen tepat demi mengubur kabar buruk.

Jenis permainan melempar kesalahan ini di Inggris tersohor sejak kasus email “mengubur berita buruk” Jo Moore meledak pada 2001. Di emailnya, penasihat khusus Menteri Transportasi Stephen Byers ini menulis jika peristiwa 11 September 2001, hari ketika World Trade Center New York ambrol, merupakan “hari baik mengubur berita buruk.”

Berita buruk yang hendak ia sembunyikan salah satunya soal kenaikan tunjangan dan ketentuan pensiun yang dermawan untuk anggota dewan pemerintah lokal di Inggris. Kebijakan itu pasti tak populer di kalangan pemilih dan wajib pajak dan akan dibanjiri liputan negatif media.

Berhasilkah permainan melempar kesalahan ini? Christopher punya dua jawaban. Tak berhasil karena orang-orang zaman sekarang, terutama yang punya banyak perhatian dengan cerita-cerita negatif, akan terfokus dengan berita-berita semacam itu. Dari sana mereka punya kesempatan menghubungkan dengan isu-isu lainnya.

Dalam kasus penyadapan, isu ini mungkin saja membawa kembali percakapan dan perhatian publik tentang nasib para aktivis dan jurnalis yang disadap dan reformasi Polri. Kemungkinan lain, publik kembali menuntut pemerintah menyelesaikan kasus-kasus masyarakat, bukan semata-mata sesuatu yang menyangkut “kasus presiden”.

Berhasil karena dunia sekarang ini akan menghasilkan lebih banyak cerita raksasa yang dapat menutupi atau mengabaikan fakta dan keputusan publik yang dinilai negatif bahkan memalukan.

Boleh jadi, kasus penyadapan ini membawa percakapan publik yang lebih jauh tentang “rencana makar”, “isi percakapan”, “proses hukum”, “para penentang presiden”. Setelah itu publik kembali tenggelam dengan isu-isu lain.

Kalimulya, 5 November 2026

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.