BOGOR, Kalawaca.com – Rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 berlangsung meriah sepanjang bulan Juni 2026. Berbagai kegiatan seni, budaya, hingga aksi sosial digelar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas warga, tetapi juga menjadi kado nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ruang Kreativitas Lewat “jAzztaga!”
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian perayaan ini adalah gelaran seni, budaya, dan ekonomi kreatif bertajuk “jAzztaga!”. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Plaza Balaikota Bogor. Digagas oleh komunitas Musisi Kota Bogor, festival ini memadukan pertunjukan musik lokal, bazar produk unggulan UMKM, hingga atraksi budaya tradisional seperti Barongsai.
Pihak penyelenggara jAzztaga! menyampaikan bahwa acara tersebut dirancang khusus sebagai wadah kolaborasi multisektor.
“Acara ini adalah perayaan kreativitas Kota Bogor yang mempertemukan berbagai elemen dalam suasana hangat dan semangat kolaborasi, bukan sekadar konser musik biasa,”
Penyelenggara jAzztaga!
Gowes Onthel: Merawat Sejarah dan Menjaga Keguyuban
Selain panggung seni, kemeriahan HJB ke-544 juga diwarnai oleh berkumpulnya ribuan pencinta sepeda tua dalam ajang “Bogor Hujan Onthel ke-2” yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026. Dengan pakaian khas tempo dulu, para peserta melakukan gowes bersama melintasi jalanan bersejarah di Bogor menuju kawasan Kebun Raya Bogor.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, yang turut meramaikan barisan sepeda ontel tersebut mengapresiasi tinggi inisiatif komunitas ini.
“Gowes bareng sepeda ontel ini bukan hanya rekreasi, melainkan cara merawat sejarah, menjaga kesehatan warga, serta menjaga keguyuban (kebersamaan) Kota Bogor,”
Dr. Adityawarman Adil (Ketua DPRD Kota Bogor)
Filosofi “Bogor Nanjeur” dan Kado untuk Masyarakat
Untuk Kota Bogor, peringatan HJB ke-544 mengusung tema besar “Bogor Nanjeur”, yang bermakna tekad untuk terus berdiri tegak, maju, dan berkembang menghadapi tantangan zaman.
Mantan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya tema tersebut sebagai pemandu arah kota. Menurutnya, masa depan kota tidak boleh melepaskan akar sejarahnya.
“Bogor Nanjeur mencerminkan tekad bersama agar Kota Bogor terus maju, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Akar sejarah yang kuat menjadi fondasi pertumbuhan dan kemajuan kota di masa depan,”
Dedie A. Rachim (Mantan Wali Kota Bogor)
Senada dengan itu, Ketua Panitia HJB Kota Bogor, Iceu Pujiati, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian perayaan dirancang untuk memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Rangkaian HJB tahun ini dirancang sebagai kado bagi masyarakat. Penting agar masyarakat merasakan langsung manfaat dari perayaan ulang tahun kotanya, baik melalui hiburan maupun program nyata seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,”
Iceu Pujiati (Ketua Panitia HJB Kota Bogor)
Menyambut Puncak Helaran Akbar di Alun-alun Kabupaten
Sementara itu, kemeriahan peringatan HJB ke-544 akan mencapai puncaknya melalui acara Helaran Akbar yang direncanakan berlangsung di Alun-alun Kabupaten Bogor pada Ahad, 28 Juni 2026 mendatang. Berbagai parade seni, pawai budaya dari perwakilan kecamatan, dan festival kuliner gratis sedang dipersiapkan secara matang oleh panitia.
Masyarakat diundang untuk berpartisipasi dan meramaikan puncak helaran tersebut sebagai wujud kebersamaan warga Bogor Raya yang mandiri, kreatif, dan harmonis.




















