BOGOR, KALAWACA.COM — Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) akan menyelenggarakan Jalan Sehat Lintas Agama pada 24 Oktober 2026 di Kota Bogor sebagai rangka memperingati Hari Toleransi Internasional.
Latar Belakang Hari Toleransi Internasional
Hari Toleransi Internasional diperingati setiap 16 November sejak Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 51/95 pada tahun 1996, yang menegaskan pentingnya sikap menghormati perbedaan suku, ras, agama, dan budaya. UNESCO mencatat bahwa deklarasi prinsip‑prinsip toleransi tahun 1995 menjadi dasar penetapan tanggal tersebut.
Acara BASOLIA mengusung tema “Memperkuat Kebersamaan Menjaga Perdamaian” dengan tujuan menumbuhkan rasa hormat antar umat beragama serta menegakkan nilai hak asasi manusia universal. Penyelenggara menekankan bahwa toleransi bukan berarti mengabaikan perbedaan, melainkan mengakui keberagaman sebagai aset bagi kelangsungan hidup bersama.
Baca juga: Merawat Nilai Moderasi di Tengah Peristiwa Intoleransi
Persiapan dan Harapan Panitia
Ketua panitia, Ahmad Nurcholish, menyatakan,
“Dua momentum itulah yang melatari ide kita untuk menggelar Jalan Sehat Lintas Agama.”
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi tambahan motivasi bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa dengan cara memperkuat sikap toleransi pada sesama, menghargai dan menghormati perbedaan serta komitmen untuk menjaga perdamaian,” ujar Nurcholish.
Panitia masih membuka pendaftaran peserta, mengundang pemuda dari rumah ibadah, pelajar, serta masyarakat umum di Bogor dan sekitarnya. Sekretaris Umum BASOLIA menegaskan bahwa acara ini bersifat inklusif, tanpa memandang status sosial, suku, atau agama.
BASOLIA, yang berusia 19 tahun, didirikan pada 2007 atas inisiatif tokoh‑tokoh agama di Bogor. Organisasi ini menekankan pendekatan persaudaraan dan non‑diskriminasi dalam setiap programnya, dengan motto “Berbhakti dan melayani” sebagai landasan aksi sosial‑kemanusiaan.
Dengan menggabungkan dua momentum penting—Hari Toleransi Internasional dan peringatan Hari Sumpah Pemuda—acara Jalan Sehat Lintas Agama diharapkan menjadi simbol konkret komitmen masyarakat Bogor dalam menjaga kedamaian dan menghormati keberagaman.




















