Kalawaca.com JAKARTA — Kabar duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni (PB IKA) PMII sekaligus Anggota BPK RI, Fathan Subchi, dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu, 25 Oktober 2026. Almarhum berpulang ke rahmatullah di salah satu rumah sakit di Rusia setelah menjalani perawatan intensif pascaoperasi jantung.
Kepergian almarhum yang begitu cepat meninggalkan duka luhur yang mendalam bagi dunia pemerintahan, legislatif, organisasi kemasyarakatan, serta jutaan kader pergerakan di seluruh penjuru tanah air.
H. Fathan Subchi lahir pada tanggal 11 Februari 1970. Almarhum dikenal luas sebagai figur pemimpin yang berintegritas tinggi, visioner, dan memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang bagi kemajuan bangsa dan negara.
Sebelum mengemban amanah sebagai Anggota BPK RI periode 2024–2029, almarhum mendedikasikan dirinya di parlemen sebagai Anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut (2014–2019 dan 2019–2024) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak.
Selama berkiprah di Dewan Perwakilan Rakyat, almarhum pernah mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Sekretaris Fraksi PKB (FPKB) DPR RI serta Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional.
Komitmennya terhadap dunia pengkaderan dan umat juga diwujudkan melalui kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PB IKA PMII masa bakti 2025–2030, serta keterlibatannya yang aktif dalam kultur besar Nahdlatul Ulama.
Ungkapan duka cita mendalam turut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Moh. Rano Alfath.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas wafatnya Fathan Subchi (Anggota BPK RI / Ketua Umum PB IKA PMII / Sekretaris FPKB DPR RI 2019–2024).”
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.” Tutup Rano Alfath.




