DEPOK, KALAWACA.COM — Mulai tahun 2027, layanan BisKita Trans Depok tidak lagi gratis; penumpang umum dikenakan tarif Rp6.000, sementara lansia dan pelajar Rp4.000.
Layanan BisKita Trans Depok melayani rute Terminal Depok‑Stasiun LRT Harjamukti dan selama ini dapat dinikmati tanpa biaya. Keputusan perubahan tarif diumumkan menjelang akhir tahun 2026, bersamaan dengan penyusunan anggaran daerah.
Tarif Baru dan Kelompok Penerima
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa tarif baru sebesar Rp6.000 berlaku bagi penumpang umum, termasuk mahasiswa. Lansia berusia 60 tahun ke atas dan pelajar mendapat tarif khusus Rp4.000, selisih dua ribu rupiah dari tarif umum.
“Jadi ada beda Rp 2.000 dibanding dengan masyarakat umum, mahasiswa termasuk masyarakat umum bayar Rp 6.000,” ujar Supian.
Alokasi Anggaran dan Rencana Koridor Baru
Supian menambahkan bahwa alokasi subsidi layanan gratis akan dipindahkan untuk mendanai koridor kedua yang menghubungkan Bojong Sari dengan Terminal Depok. “Kalau hari ini masih gratis, awal tahun depan sudah berbayar karena alokasi gratisnya itu akan kita alihkan untuk (BisKita Trans Depok) koridor 2 jalur Bojong Sari‑Terminal Depok,” katanya pada Senin (2/11/2026).
Menurutnya, biaya operasional BisKita Trans Depok pada 2026 yang ditanggung Pemerintah Kota mencapai Rp19 miliar. Pengalihan subsidi dianggap perlu untuk menutupi biaya tambahan koridor baru.
“Sementara di sisi yang lain kita sudah harus mempersiapkan untuk jalur tambahan, koridor 2 dari wilayah terminal Depok sampai ke Bojong Sari. Kalau dua‑duanya berjalan, dua‑duanya gratis, berat buat kita meng‑cover ini. Makanya kita sudah harus mempersiapkan yang koridor 2, koridor 1 sudah harus berbayar,” tutupnya.
Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan BisKita Trans Depok Tak Lagi Gratis Mulai Tahun Depan, Tarif Umum Rp 6.000 (news.detik.com, 2 November 2026).




