GORONTALO, KALAWACA.COM — Plafon sebuah ruang kelas di SMA Negeri 1 Pulubala, Provinsi Gorontalo, ambruk. Hasil penilaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo menyebut ruang itu merupakan bangunan lama dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.
Menurut Dikbud, ambruknya plafon dipicu curah hujan tinggi dan material plafon yang sudah lapuk dimakan usia. Kerusakan atap dan plafon dicatat sebagai rusak berat.
Siswa dipindah ke laboratorium dan perpustakaan
Ruang kelas tersebut kini dikosongkan dan diberi garis pembatas. Kegiatan belajar dipindahkan sementara ke laboratorium dan perpustakaan. Keselamatan 48 siswa yang menggunakan ruang itu disebut menjadi prioritas.
“Keselamatan dan kenyamanan belajar siswa adalah prioritas utama,” kata Kepala Dikbud Provinsi Gorontalo Sudarman Samad, Jumat (16/10/2026), seperti dimuat InfoPublik.
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo telah melakukan kunjungan kerja dan pengawasan langsung ke sekolah tersebut. “Jadi memang, baik Komisi III dan Tim Dikbud sudah memberi atensi dan respon terkait hal ini,” ujar Sudarman.
Menunggu verifikasi pusat
SMAN 1 Pulubala telah masuk daftar usulan prioritas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026/2027. Usulan itu sudah diinput di Dapodik dan diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai dasar Bantuan Revitalisasi/DAK Fisik SMA, tetapi masih dalam tahap verifikasi di tingkat pusat.
Sambil menunggu, Dikbud akan mengusulkan perbaikan melalui dana pemeliharaan dalam APBD Perubahan 2026 dan APBD Induk. Dikbud tidak menyebutkan nilai anggaran yang dibutuhkan.
Kasus ini memperlihatkan jarak waktu antara kerusakan dan perbaikan: selama verifikasi dan penganggaran berjalan, siswa harus belajar di ruang pengganti yang tidak dirancang sebagai kelas.




