Sering Kebanjiran, SMKN 1 Sasak Pasaman Barat Pindah ke Gedung Baru Rp3 Miliar

Gubernur Sumbar meresmikan tiga gedung baru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisia senilai sekitar Rp3 miliar. Sekolah dipindah karena lokasi lamanya rawan banjir.

Avatar Redaksi

2 menit baca

Hamparan sawah di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat
Ilustrasi: persawahan di Pasaman Barat, Sumatera Barat (foto arsip). Foto: Muhamad Izzul Fiqih/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

PASAMAN BARAT, KALAWACA.COM — Siswa SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kini memiliki tiga gedung baru di lokasi yang lebih aman. Sekolah itu dipindahkan karena bangunan lamanya di kawasan Muaro Sasak kerap tergenang banjir.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan bangunan tersebut pada Kamis (5/11/2026). “Hari ini kita meresmikan bangunan baru SMK N 1 Sasak Ranah Pasisia karena bangunan yang ada rawan banjir,” kata Mahyeldi, seperti dilaporkan ANTARA.

Dibangun kurang dari setahun

SMKN 1 Sasak menerima Rp2.999.958.000 dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Peletakan batu pertama dilakukan pada 11 Maret 2026, dan pembangunan rampung dalam waktu kurang dari setahun.

“Alhamdulillah, tiga gedung baru dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sudah selesai dibangun,” ujar Kepala SMKN 1 Sasak Desman. Ia menyebut kampus lama tetap dipakai untuk menunjang pembelajaran, dan sekolah berencana membuka program keahlian baru.

Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan berharap fasilitas baru meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi lulusan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Gambaran revitalisasi di Sumbar

Data Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dikutip ANTARA menunjukkan skala program ini:

  • 2025: 78 satuan pendidikan negeri dan swasta di bawah kewenangan provinsi menerima bantuan revitalisasi senilai Rp115,77 miliar, termasuk satu unit sekolah baru.
  • 2026: 34 sekolah menerima dana revitalisasi mitigasi bencana senilai Rp48,42 miliar dan 30 sekolah menerima revitalisasi reguler Rp40,46 miliar, dengan total sekitar Rp88,89 miliar.

Sumatera Barat termasuk provinsi yang dilanda banjir dan longsor besar pada akhir November 2025. Kasus SMKN 1 Sasak memperlihatkan bahwa memindahkan sekolah dari kawasan rawan bencana menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan belajar.

Referensi

  1. Altas Maulana, “SMK N 1 Sasak Pasaman Barat selesai dibangun melalui revitalisasi“, ANTARA Sumbar, 6 November 2026.
  2. “26 Ruang Kelas Darurat Dibangun di Sumatra Barat, Murid Terdampak Banjir Kembali Belajar Nyaman“, Gebrak.id (BKHM Setjen Kemendikdasmen), April 2026.

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.