WAMENA, KALAWACA.COM — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyiapkan pendidikan khusus selama satu tahun bagi lulusan terbaik SMA dari delapan kabupaten sebelum mereka melanjutkan kuliah di dalam maupun luar negeri. Program ini dijalankan melalui pusat studi yang disebut global training center.
“Kami sedang membangun pusat studi atau global training center,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan Simon Sembor dalam keterangan tertulis di Wamena, Selasa (3/11/2026), seperti dilaporkan ANTARA.
Bahasa asing sebagai bekal kuliah
Di pusat studi itu, lulusan SMA akan belajar bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, serta materi lain. Menurut Simon, gubernur ingin para lulusan memiliki wawasan luas, terutama penguasaan bahasa asing, agar lebih mudah menempuh studi di perguruan tinggi.
“Sesuai visi misi gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan pendidikan harus menjadi hal utama,” ujarnya.
Beasiswa diarahkan ke kebutuhan daerah
Mulai 2027, beasiswa perguruan tinggi hanya akan diberikan untuk jurusan yang dibutuhkan daerah, terutama yang mendukung pengembangan sumber daya alam dan pengolahan komoditas lokal seperti kopi dan buah merah.
“Pemerintah akan membiayai pendidikan khusus kepada mahasiswa,” kata Simon. Harapannya, mahasiswa di jurusan pilihan pemerintah kembali ke daerah untuk mengelola langsung sumber daya alam Papua Pegunungan.
Catatan
Kebijakan mengarahkan beasiswa ke jurusan tertentu bisa membantu menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan daerah. Namun, kebijakan itu juga mempersempit pilihan studi bagi penerima. Rincian seperti kriteria seleksi, jumlah peserta, lokasi pusat studi, dan daftar jurusan prioritas belum dipaparkan dalam pemberitaan.




