Beranda Nasional Skor TKA SMA 2026 Kini Berskala 200–800, SD dan SMP Tetap 0–100

Skor TKA SMA 2026 Kini Berskala 200–800, SD dan SMP Tetap 0–100

Infografis perubahan skala skor TKA SMA 2026 dari 0–100 menjadi 200–800

JAKARTA, KALAWACA.COM — Siswa SMA, MA, SMK, dan MAK yang ikut Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tidak akan lagi menerima nilai 0 sampai 100. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengganti skala pelaporan skor TKA jenjang menengah menjadi 200 sampai 800. Tesnya sendiri dimulai 26 Oktober 2026.

Aturannya ada di Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional, yang ditetapkan pada 11 Maret 2026. Skor jenjang SD/MI dan SMP/MTs tetap memakai skala 0–100.

Perubahan ini menentukan cara siswa kelas 12 membaca hasil tes. Pada TKA 2025, sekitar 3,5 juta siswa SMA/SMK mengikuti tes wajib. Skor TKA juga menjadi salah satu komponen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk perguruan tinggi negeri.

Batas Predikat Istimewa: 725

Pada skala baru, skor SMA ditulis dengan dua angka di belakang koma. Siswa yang mencapai minimal 725,00 pada satu mata pelajaran mendapat predikat “Istimewa” untuk mata pelajaran itu. Untuk SD dan SMP, batasnya 95,00.

Skor tertinggi tetap 800. Angka 725 hanya batas bawah predikat istimewa, bukan skor maksimal.

Semua jenjang juga memakai tiga kategori capaian: Baik, Memadai, dan Kurang. Batas skor tiap kategori berbeda untuk setiap mata pelajaran, dan hingga kini patokan angkanya belum diumumkan secara terbuka. Karena itu, siswa sebaiknya tidak menetapkan sendiri batas angka untuk ketiga kategori tersebut.

Berkaca pada Hasil TKA 2025

Hasil TKA 2025 menunjukkan jarak capaian yang lebar antarmata pelajaran. Menurut data yang disampaikan Toni Toharudin, yang saat itu menjabat Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), rata-rata nilai Bahasa Inggris wajib dari 3.509.688 peserta adalah 24,93. Rata-rata Matematika wajib dari 3.489.148 peserta adalah 36,10, dan Bahasa Indonesia 55,38.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan penyebab rendahnya skor Bahasa Inggris. Banyak siswa bisa menjawab soal yang jawabannya ada di satu paragraf. Namun, mereka kesulitan menjawab soal inferensial yang mengharuskan pemahaman teks utuh sepanjang empat sampai lima paragraf.

“Anak-anak kita ini biasanya akan sukses menjawab ketika itu keluar di paragraf pertama,” kata Rahmawati, seperti dikutip detikEdu.

Untuk Matematika, ia menyebut isi soalnya sebenarnya sederhana. “Soal matematika sebenarnya memiliki konten sederhana tetapi cara bertanyanya jarang ditemui di sekolah,” ujarnya.

Jadwal TKA 2026

Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026 dibuka 27 Juli sampai 27 September 2026. Simulasi berlangsung 21–27 September 2026 lewat laman Ayo Coba TKA milik Pusat Asesmen Pendidikan. Setelah itu ada gladi bersih pada 5–18 Oktober.

Tes utama berlangsung 26 Oktober sampai 8 November 2026. Tes susulan dijadwalkan 16–29 November, dan hasilnya diumumkan 23 Desember 2026.

Mata pelajaran wajibnya tiga: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Siswa juga memilih dua dari 19 mata pelajaran pilihan. Tes mata pelajaran wajib berlangsung 75 menit. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris terdiri atas 30 soal, sedangkan Matematika 25 soal. Setiap mata pelajaran pilihan berisi 25 soal dan dikerjakan dalam 60 menit.

TKA tidak menentukan kelulusan sekolah. Menurut laman resmi Kemendikdasmen, tujuannya adalah memberi informasi capaian akademik yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik.

Peran TKA dalam Seleksi Perguruan Tinggi

Pemerintah berencana memperkuat peran TKA dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Dalam rapat dengan Komisi X DPR pada 19 Mei 2026, Toni Toharudin, yang kini menjabat Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), mengatakan, “Penguatan pemanfaatan TKA dilakukan bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di dalam SNBP dan bahkan kita akan membicarakan juga terkait dengan tes yang lain.” BKPDM dibentuk lewat Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2026 dan menggantikan BSKAP.

Meski begitu, sekolah masih menunggu aturan teknisnya. RRI memberitakan bahwa sekolah menunggu petunjuk teknis SNBP 2027 terkait penggunaan nilai TKA. Di antara dokumen yang tersedia di laman unduhan Pusat Asesmen Pendidikan, belum ada dokumen yang secara khusus membahas konversi skor skala lama ke skala 200–800.

Dokumen Resmi yang Bisa Diunduh

Pembaca dapat mengunduh aturan dan panduan resmi TKA langsung dari laman pemerintah berikut:

Referensi

  1. Nikita Rosa, “Penilaian TKA 2026: SMA Berubah, SD-SMP Tetap Sama“, detikEdu, 22 September 2026.
  2. Trisna Wulandari, “Link Simulasi TKA 2026 dan Durasi Tes“, detikEdu, 23 September 2026.
  3. “Skor Hasil TKA SMA-SMK 2026 Berubah! Bukan Lagi 0-100“, detikEdu, 16 September 2026.
  4. “Link Pedoman TKA dan AN di Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026“, detikEdu, 11 Maret 2026.
  5. “Skor Hasil TKA SMA Berubah Jadi 200-800, Cek Kategori Predikatnya!“, Medcom.id, 21 September 2026.
  6. “Skoring TKA SMA 2026, Apa Bedanya dengan Sistem Nilai Tahun Sebelumnya?“, Liputan6.com, 21 September 2026.
  7. “Nilai TKA SMA 2026 Berubah Jadi 200–800, Siswa Kelas 12 Wajib Tahu“, Lingkaran.id, 19 September 2026.
  8. “Nilai Rata-Rata Anak SMA RI dari Hasil TKA 2025: Matematika 36,10“, Bloomberg Technoz, Desember 2025.
  9. “Rerata Nilai TKA Bahasa Inggris dan Matematika Jeblok, Ini Penyebabnya“, detikEdu, 22 Desember 2025.
  10. “Siswa SMA Wajib Tahu! Nilai TKA Segera Berlaku untuk SNBP dan SNBT 2027“, Medcom.id, 20 Mei 2026.
  11. “BKPDM Kemendikdasmen Hadir Perkuat Kebijakan Pendidikan Kontekstual“, ANTARA, 26 Mei 2026.
  12. “Sekolah Tunggu Juknis SNBP 2027 Terkait Nilai TKA“, RRI.co.id.
  13. Laman resmi Tes Kemampuan Akademik, Kemendikdasmen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini