Kemendikdasmen: Skor TKA 600 Bukan Berarti 60 Persen Jawaban Benar

Skor TKA SMA/SMK 2026 dilaporkan dalam rentang 200–800, bukan 0–100. Kemendikdasmen menegaskan skor itu bukan persentase jawaban benar dan tak bisa dikonversi sederhana.

Avatar Redaksi

3 menit baca

Pelaksanaan asesmen berbasis komputer di laboratorium sekolah
Ilustrasi: Laboratorium komputer sekolah yang disiapkan untuk simulasi asesmen berbasis komputer (foto arsip 2021). Foto: Deden Rhoma Rhomansyah/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

JAKARTA, KALAWACA.COM — Saat Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK 2026 berlangsung, Kemendikdasmen kembali menjelaskan cara membaca skor dengan skala barunya, 200–800. Pesan utamanya: angka itu tidak bisa dibaca sebagai persentase jawaban benar, dan tidak bisa dikonversi begitu saja ke skala lama 0–100.

Skala 200–800 untuk jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat diatur dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional. Jenjang SD/MI dan SMP/MTs tetap memakai skala 0–100.

Baca juga: Skor TKA SMA 2026 Kini Berskala 200–800, SD dan SMP Tetap 0–100

Skor 600 tidak berarti 60 persen

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menjelaskan, skala 200–800 dipakai agar hasil pengukuran kemampuan akademik murid tersaji lebih informatif. Dalam keterangan tertulis yang dikutip InfoPublik, Senin (26/10/2026), ia menegaskan perubahan skala tidak berarti soal menjadi lebih sulit atau kemampuan murid meningkat.

Seperti dilaporkan Gebrak.id, skor 600, misalnya, tidak berarti murid menjawab benar 60 persen soal. Skor dalam skala baru juga tidak bisa dikonversi ke skala lama dengan perkalian atau pembagian sederhana.

Menurut penjelasan Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) yang dikutip Pojoksatu, skor kini memperhitungkan karakteristik dan tingkat kesulitan setiap butir soal, bukan sekadar menghitung jawaban benar. Angka 200 dan 800 adalah batas bawah dan atas pelaporan, bukan batas mutlak kemampuan seseorang. Skala positif ini juga dipilih agar hasil estimasi tidak tampil sebagai angka nol atau negatif.

Predikat “Istimewa” mulai 725

Skor dibaca bersama kategori capaian. Untuk jenjang SMA/SMK, predikat Istimewa diberikan pada skor 725,00 ke atas di setiap mata uji. Kategori lain adalah Baik, Memadai, dan Kurang. Rentang skor ketiga kategori itu belum dirinci secara terbuka.

Mengapa ini penting

Hasil TKA SMA/SMK dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026 dan akan dipakai antara lain sebagai validator nilai rapor dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

Tahun lalu, rerata nasional TKA SMA 2025 untuk Matematika tercatat 36,10 dan Bahasa Inggris 24,93 pada skala 0–100. Angka itu memicu perdebatan luas soal mutu pembelajaran. Dengan skala baru, angka tahun ini tidak bisa langsung dibandingkan dengan tahun lalu. Tanpa penjelasan yang memadai, sekolah, orang tua, dan media berisiko salah menafsirkan “naik” atau “turun”.

Kemendikdasmen mengajak murid, orang tua, dan sekolah memahami skala baru agar hasil TKA dipakai untuk memperbaiki pembelajaran, bukan sekadar untuk memeringkat.

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.