TANGERANG, KALAWACA.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua di SMA Negeri 3 Tangerang, Banten, Selasa (3/11/2026). Kepada para peserta, ia berpesan agar tidak hanya mengandalkan penguasaan materi. Kesiapan mental dan kemampuan mengatur waktu, menurut dia, sama menentukannya.
Pesan itu ia rangkum sebagai strategi “3M”: menguasai materi, mental yang kuat dan percaya diri, serta manajemen waktu dalam menyelesaikan soal. “Pertama menguasai dengan sebaik-baiknya, yang kedua tentu saja mental percaya diri, mental yang kuat,” kata Abdul Mu’ti, seperti dikutip Gebrak.id.
Kunjungan ini berlangsung di tengah jadwal TKA jenjang SMA/SMK yang digelar bergelombang pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan ujian susulan pada 16–29 November 2026. Hasil TKA dipakai untuk memetakan capaian akademik murid. Dalam berbagai kesempatan, Kemendikdasmen menegaskan tes ini bukan penentu kelulusan.
Kesiapan sekolah
Selain memberi motivasi, Mendikdasmen memeriksa kesiapan sekolah. Kepala SMAN 3 Tangerang Ruruh Wuryani menjelaskan, sekolahnya menyiapkan perangkat komputer, jaringan internet, laboratorium, dan ruang ujian, disertai pengecekan berkala oleh tim teknis serta simulasi dan gladi bersih.
Untuk murid, sekolah memberi pendalaman materi, latihan penalaran, bimbingan tambahan, dan dukungan psikologis. Sekolah juga mengusung slogan “TKA Jujur Gembira” untuk menekan kecemasan peserta. “Kesiapan SMAN 3 Tangerang untuk penyelenggaraan TKA Gelombang 2 pada hari ini sudah sangat matang dan optimal,” ujar Ruruh.
Dari Nabire ke Tangerang
Salah satu peserta yang ditemui adalah Kristian, siswa kelas XII SMAN 2 Tangerang asal Nabire, Papua Tengah. Ia penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Kristian mengaku menyiapkan diri lewat belajar mandiri dan latihan soal, memanfaatkan media sosial dan situs pendidikan. Ia berencana melanjutkan kuliah ke Universitas Negeri Jakarta atau Universitas Pendidikan Indonesia.
Gangguan listrik dan internet di sejumlah daerah
Usai dari SMAN 3 Tangerang, Abdul Mu’ti menuju Posko Pelaksanaan TKA dan berdialog lewat konferensi video dengan perwakilan dinas pendidikan daerah. Ia menyebut gelombang kedua secara umum lancar. “Alhamdulillah secara umum berjalan lancar, tidak ada kendala yang mengganggu objektivitas dari tes itu sendiri,” katanya.
Meski begitu, menurut dia, sejumlah provinsi masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan internet. Kondisi itu dikategorikan sebagai keadaan kahar, dan peserta yang terdampak diberi kesempatan ujian susulan.
Gangguan serupa sudah muncul sejak gelombang pertama. Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, misalnya, mencatat listrik sempat padam di salah satu sekolah pada hari pertama TKA, 26 Oktober, seperti dilaporkan Metro TV. Bagi murid, gangguan semacam itu berarti waktu dan konsentrasi yang hilang di tengah tes berbasis komputer.




