Tinjau TKA di Cileungsi, Wamendikdasmen Serap Masukan Guru soal Kesesuaian Materi

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau TKA di SMAN 2 dan SMKN 1 Cileungsi, Bogor, mendengar masukan guru soal materi dan keluhan jaringan murid PKL.

Avatar Redaksi

3 menit baca

Suasana Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor
Ilustrasi: Suasana Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (foto arsip). Foto: RasyaAbhirama13/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

BOGOR, KALAWACA.COM — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau hari kedua Tes Kemampuan Akademik (TKA) di dua sekolah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, ia mendengar masukan guru soal kesesuaian materi pelajaran dengan soal tes, serta keluhan murid praktik kerja lapangan (PKL) yang terganggu masalah jaringan.

Menurut siaran pers Kemendikdasmen, Fajar menjelaskan kepada para guru bahwa soal TKA disusun bersama oleh guru dengan mempertimbangkan kemampuan murid dan capaian pembelajaran. “Proses penyusunan soal TKA itu melibatkan guru-guru,” katanya.

Menanggapi masukan tentang materi yang diujikan, Fajar menyebut pembelajaran mendalam menekankan pemahaman materi esensial, bukan banyaknya materi yang harus dipelajari. “Masukan guru mengenai pengalaman pembelajaran di kelas menjadi hal penting untuk diperhatikan,” ujarnya.

Tiga pekan pendalaman materi

Kepala SMAN 2 Cileungsi Titin Kustini menjelaskan, sekolahnya memberi pendalaman materi dan latihan soal selama tiga pekan. Persiapan lain mencakup sosialisasi kepada orang tua dan murid, pengecekan laboratorium komputer dan internet, perawatan perangkat, listrik cadangan, serta uji coba. Guru dan guru bimbingan konseling mendampingi murid lewat motivasi dan pengelolaan stres. “Sekolah juga membuka ruang konsultasi bagi murid yang membutuhkan,” kata Titin.

Sekolah juga meminta orang tua mendukung anak tanpa memberi tekanan berlebihan.

Suara murid

Manggala Hida Rizki, murid kelas XII SMAN 2 Cileungsi, mengatakan soal Bahasa Indonesia pada sesi pertama banyak berbasis teks, dan kemampuan memahami bacaan membantunya menemukan jawaban. Ia menilai TKA berguna untuk melihat perkembangan belajarnya. “Saya cukup setuju dengan wacana menjadikan TKA sebagai validator,” ujarnya.

Rekannya, Yasmin Elyzia Zakira, menyebut sebagian besar materi Bahasa Indonesia sesuai dengan yang ia pelajari. Namun, ada soal yang berbeda dari bahan latihan sebelumnya.

Peserta PKL dari Sleman

Di SMKN 1 Cileungsi, Fajar menemui murid SMK Negeri 2 Depok, Sleman, DI Yogyakarta, yang menumpang ikut TKA karena sedang menjalani PKL di wilayah itu. Mereka melaporkan gangguan jaringan atau server saat tes. Mereka juga meminta jadwal ujian susulan, bila diperlukan, disesuaikan dengan kegiatan PKL.

Fajar meminta koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kendala teknis tersebut, termasuk kemungkinan penyesuaian jadwal agar asesmen tidak mengganggu PKL. Seperti dilaporkan RM.id, ia juga mengapresiasi SMKN 1 Cileungsi yang menyiapkan delapan laboratorium untuk TKA dan mendahulukan peserta dari luar daerah pada gelombang pertama.

Kasus ini menunjukkan sisi lain TKA jenjang SMK: murid yang sedang PKL jauh dari sekolahnya bergantung pada sekolah lain yang bersedia menampung, sehingga kesiapan jaringan di sekolah penampung ikut menentukan kelancaran tes mereka.

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.