BEKASI, KALAWACA.COM — Sebanyak 146 siswa SDN Burangkeng 03, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tidak belajar di sekolah sejak Senin (2/11/2026). Orang tua dan komite sekolah menolak pemindahan sementara kegiatan belajar mengajar ke SDN Burangkeng 05. Sementara itu, gedung baru pengganti sekolah yang terdampak proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan belum bisa dibangun.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi mengaku masih mencari jalan keluar. “Terkait penolakan orang tua sedang di monitoring dan evaluasi untuk mendapatkan solusi terbaik,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Bekasi Pranoto, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (5/11/2026).
Jarak dan jadwal sore
Menurut Pranoto, pemindahan ke SDN Burangkeng 05 bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus memberi lingkungan belajar yang layak. Gedung SDN Burangkeng 03 berdiri di sisi proyek jalan tol.
Namun, orang tua keberatan. SDN Burangkeng 05 berjarak sekitar 1,6 kilometer dari sekolah asal, dan siswa pindahan dijadwalkan belajar pada sore hari. Orang tua khawatir jadwal itu bertabrakan dengan kegiatan anak, seperti les dan mengaji.
Ketua Komite SDN Burangkeng 03 Toing Permana Kusuma mengatakan orang tua tidak mau anak-anak dipindahkan sebelum ada keputusan yang memungkinkan mereka kembali belajar di gedung asal. “Karena kami tidak mau dipindahkan sebelum ada keputusan dari Dinas Pendidikan agar mereka bisa kembali belajar di sini,” ujarnya.
Bendera setengah tiang
Penolakan itu disuarakan lewat aksi pada Rabu (4/11/2026). Orang tua, komite, dan sejumlah pemuda setempat membuat makam tiruan bertuliskan “RIP Dinas Pendidikan” di halaman sekolah dan memasang bendera Merah Putih setengah tiang sebagai simbol berkabung.
Toing menilai rencana pemindahan semestinya dibahas bersama orang tua, Disdik, dan pengelola proyek tol. Ia meminta Disdik segera membuka dialog agar ada kepastian soal kelanjutan pendidikan anak-anak.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Bosih Awaludin, yang menemui wali murid pada Selasa (3/11/2026), menyoroti lemahnya komunikasi soal tata cara pemindahan siswa, seperti dilaporkan Pojoksatu Bekasi. Menurut dia, wali murid berharap pemerintah daerah segera mencarikan lahan pengganti.
Lahan pengganti sudah ditetapkan
Disdik menyatakan telah menetapkan lokasi lahan pengganti di Kampung Cinyosog RT 003/RW 002, Desa Burangkeng. “Lokasinya sudah ditetapkan dan sesuai dengan usulan dari sekolah dan kepala desa Burangkeng,” kata Pranoto. Meski begitu, pembangunan gedung baru baru bisa dilakukan setelah pengadaan lahan rampung. Disdik juga menyebut terus berkoordinasi dengan pengelola proyek tol.
Masalah yang menahun
SDN Burangkeng 03 bukan satu-satunya sekolah yang terjepit proyek tol di Setu. Bersama SDN Burangkeng 04 dan SDN Ciledug 03, sekolah ini sudah lama menanti relokasi. Pada Agustus 2025, Kompas.com melaporkan gedung SDN Burangkeng 03 hanya berjarak sekitar 15 meter dari ruas tol, dan pemindahannya saat itu masih menunggu putusan berkekuatan hukum tetap atas sengketa lahan.
Radar Bekasi pada awal Oktober 2026 melaporkan relokasi ketiga sekolah belum menemukan titik terang. Murid SDN Burangkeng 03 masih belajar di gedung lama yang berdiri persis di sisi pilar beton proyek tol. Pihak kontraktor menyebut belum bisa membongkar bangunan sekolah sebelum relokasi dan status lahan diselesaikan pemerintah daerah.
Di tengah tarik-menarik itu, 146 anak sudah hampir sepekan tidak belajar di kelas.




