Agar Anak Tak Jauh Bersekolah, Barito Selatan Dirikan PAUD di Dusun Parigi

Pemkab Barito Selatan mendirikan PAUD Satap Marati di Dusun Parigi, Desa Kalahien, agar anak usia dini bisa bersekolah tanpa menempuh jarak jauh.

Avatar Redaksi

2 menit baca

Papan bertuliskan Buntok Kota Batuah di Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Ilustrasi: papan “Buntok Kota Batuah” di Barito Selatan, Kalimantan Tengah (foto arsip). Foto: Ilham Mufti Laksono/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

BUNTOK, KALAWACA.COM — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mendirikan PAUD Satap Marati di Dusun Parigi, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan. Tujuannya sederhana: anak usia dini di dusun itu bisa bersekolah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menghadiri pendirian PAUD tersebut pada akhir Oktober 2026. “Kita berkomitmen agar pendidikan merata hingga ke pelosok desa,” katanya, seperti dilaporkan ANTARA, Minggu (1/11/2026).

Investasi sejak usia dini

Eddy menyebut anak-anak sebagai investasi masa depan daerah. Menurut dia, setiap anak berhak atas kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan terampil. Ia berharap kelak lulusan PAUD itu bisa berkontribusi sebagai guru, tenaga kesehatan, pengusaha, atau pemimpin daerah.

“Ini bukan hanya tentang mendirikan sebuah tempat belajar bagi anak-anak,” ujarnya. Ia meminta orang tua memberi perhatian dan teladan, serta guru bekerja dengan sabar dan bertanggung jawab.

Agar tak sekadar seremoni

Ketua Bunda PAUD Barito Selatan Permana Sari berharap PAUD baru ini membuat pendidikan anak usia dini lebih mudah dijangkau tanpa anak harus meninggalkan lingkungannya. Ia meminta masyarakat, melalui PKK dan keluarga, ikut merawat dan mendukung PAUD tersebut agar tidak hanya berfungsi seremonial.

Konteks

Pendirian PAUD ini berlangsung ketika sekolah-sekolah di Barito Selatan baru kembali menggelar pembelajaran tatap muka setelah terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan pada Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan ANTARA Kalteng.

Keberhasilan PAUD di dusun terpencil biasanya ditentukan oleh hal-hal yang tidak tampak saat peresmian: ketersediaan guru, honor yang layak, dan sarana bermain-belajar yang memadai. Rincian itu belum disampaikan dalam pemberitaan.

Baca juga: Disdik Kalteng Batalkan Bantuan Sekolah Aman Asap di Palangka Raya Dari Humaniest Project

Referensi

  1. Bayu Ilmiawan, “Pemkab Barsel upayakan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok desa“, ANTARA Kalteng, 1 November 2026.
  2. “Barito Selatan bersiap kembali laksanakan pembelajaran tatap muka“, ANTARA Kalteng, 31 Oktober 2026.

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.