BARABAI, KALAWACA.COM — Banjir berulang menjadi ancaman bagi sekolah-sekolah di kawasan lahan basah Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), lebih dari 160 kepala sekolah, pengawas, guru, dan kepala madrasah mengikuti bimbingan teknis Sekolah Tanggap Bencana berbasis Penjaminan Mutu (STB-PM), Senin (26/10/2026).
Sebanyak 60 peserta hadir langsung di Aula Yudha Lalana Dinas Pendidikan HST, sementara lebih dari 100 lainnya bergabung secara daring. Mereka datang dari jenjang PAUD hingga SMA dan madrasah.
Digagas mahasiswa doktoral ULM
Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi mahasiswa Program Doktor Administrasi Pendidikan Angkatan V Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di bawah bimbingan Prof Ahmad Suriansyah dan Prof Aslamiah. Kegiatan dibuka Kepala Disdik HST Muhammad Anhar, dan ditandai penandatanganan perjanjian kerja sama antara ULM dan Disdik HST.
Ahmad Suriansyah memaparkan kebijakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan menyebut kepala sekolah sebagai penentu keberhasilannya. “SPAB perlu diutamakan dalam seluruh siklus manajemen dan penjaminan mutu,” ujarnya, seperti dilaporkan ANTARA. Menurut dia, SPAB harus masuk sejak penyusunan visi, rencana anggaran sekolah (RKAS), pembelajaran, hingga evaluasi diri dan akreditasi.
Kesiapsiagaan masuk penilaian akreditasi
Narasumber lain, Septy Rovana, menekankan bahwa mutu sekolah juga diukur dari kemampuannya melindungi siswa saat bencana. Kesiapsiagaan kini dinilai dalam akreditasi melalui Indikator 3.13.3 BAN-PDM, yang mencakup prosedur evakuasi, SOP yang jelas, latihan rutin, dan peninjauan berkala.
Dalam sesi praktik, setiap kelompok menyusun SOP kesiapsiagaan dan tanggap darurat untuk sekolahnya, termasuk pembagian peran tim penyelamat dan rencana simulasi, lalu saling menelaah rancangan.
Program ini dirancang berlanjut dengan menghasilkan kerangka kebijakan penguatan kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan di bawah Disdik HST. Namun, memiliki SOP saja tidak cukup; sekolah perlu melatih dan memperbaruinya secara berkala agar prosedur itu benar-benar bekerja saat banjir datang.




