JAKARTA, KALAWACA.COM — Mulai TKA 2026, skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK dilaporkan dalam rentang 200–800, bukan lagi 0–100. Predikat “Istimewa” diberikan untuk skor minimal 725 pada setiap mata pelajaran. Aturannya tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 11 Maret 2026 (baca: Skor TKA SMA 2026 Kini Berskala 200–800, SD dan SMP Tetap 0–100).
Perubahan ini menyangkut sekitar 3,5 juta siswa kelas 12, jumlah peserta TKA SMA/SMK tahun lalu. Namun, satu pertanyaan mendasar belum dijawab secara terbuka: mengapa skalanya diganti? Hingga tulisan ini disusun, Kalawaca belum menemukan penjelasan resmi pemerintah tentang alasan dan dasar teknis skala baru tersebut, baik dalam siaran pers maupun pemberitaan media.
Tiga Kemungkinan Alasan
Tanpa penjelasan resmi, ada tiga alasan yang masuk akal jika dilihat dari praktik asesmen pada umumnya. Ketiganya merupakan analisis, bukan keterangan pemerintah.
Pertama, memutus kebiasaan membaca skor sebagai persentase. Hasil TKA 2025 memicu kehebohan. Rata-rata nilai Bahasa Inggris wajib dari 3.509.688 peserta hanya 24,93 dan Matematika 36,10. Pada skala 0–100, angka itu mudah dibaca sebagai “siswa hanya menjawab benar seperempat soal”. Skala 200–800 tidak memiliki titik nol dan tidak menyerupai nilai rapor, sehingga tafsir semacam itu sulit muncul.
Kedua, menegaskan fungsi TKA SMA sebagai alat seleksi. Berbeda dengan TKA SD dan SMP, skor TKA SMA dipakai dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin dalam rapat dengan Komisi X DPR, 19 Mei 2026, menyebut pemanfaatan TKA di SNBP akan diperkuat bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Skala 200–800 lazim dipakai dalam tes seleksi yang melaporkan skor berskala.
Ketiga, menjaga keadilan antarpaket soal. TKA SMA digelar bergelombang pada 26 Oktober–8 November 2026, sehingga peserta mengerjakan paket soal yang berbeda. Tes semacam ini umumnya memakai skor berskala dan proses penyetaraan (equating) agar peserta yang mendapat paket lebih sulit tidak dirugikan. Namun, metode penskoran TKA SMA belum dijelaskan dalam dokumen resmi yang dapat diakses publik.
Penggaris Baru, Masalah Lama
Pergantian skala tidak mengubah kemampuan yang diukur. Persoalan yang ditemukan dari hasil TKA 2025 berada pada kemampuan belajar siswa. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati saat itu menjelaskan, banyak siswa kesulitan menjawab soal inferensial yang menuntut pemahaman teks utuh sepanjang empat sampai lima paragraf. Untuk Matematika, ia menyebut isi soalnya sederhana, tetapi “cara bertanyanya jarang ditemui di sekolah”.
Temuan itu menunjuk pada kurikulum, praktik mengajar, dan kebiasaan membaca di kelas. Jika perubahan yang paling terlihat dari TKA 2026 adalah angka baru, wajar bila publik mempertanyakan apakah kebijakan ini lebih banyak mengelola persepsi ketimbang memperbaiki mutu.
Hilangnya Pembanding Antartahun
TKA juga dimaksudkan sebagai alat pemetaan capaian akademik. Fungsi itu menuntut hasil yang dapat dibandingkan dari tahun ke tahun. Sampai kini belum ada tabel konversi atau kajian penautan (linking) yang dipublikasikan untuk menghubungkan skor TKA 2025 dengan skala baru. Tanpa itu, publik, peneliti, dan pemerintah daerah sulit menilai apakah capaian siswa membaik atau memburuk.
Ambang Batas yang Tak Dijelaskan
Batas predikat Istimewa ditetapkan 725, tetapi dasar penetapannya tidak dijelaskan, apakah berbasis persentil, standar kompetensi, atau pertimbangan lain. Batas skor untuk kategori Baik, Memadai, dan Kurang bahkan belum diumumkan. Untuk tes yang ikut menentukan akses ke perguruan tinggi, keterbukaan cara penskoran menjadi bagian dari akuntabilitas.
Taruhannya pun kian tinggi. Selain rencana penguatan di SNBP, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memberi bobot 90 persen pada nilai TKA dan TKAD dalam sistem penerimaan murid baru, sebagaimana diberitakan Medcom.id. Semakin besar peran sebuah tes, semakin besar pula kebutuhan agar aturan mainnya dipahami semua siswa, bukan hanya mereka yang punya akses ke bimbingan belajar.
Aturan Terbit Maret, Ramai pada September
Kepmendikdasmen 56/2026 terbit pada Maret, tetapi perubahan skala baru ramai diberitakan pada pertengahan September, sekitar sebulan sebelum tes berlangsung. Di sisi lain, SD dan SMP tetap memakai skala 0–100, skala yang justru rawan dibaca sebagai persentase. Orang tua dengan anak di jenjang berbeda kini harus memahami dua sistem skor sekaligus.
Pertanyaan untuk Pemerintah
Kalawaca mencatat sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab Kemendikdasmen secara terbuka:
- Apa alasan resmi dan dasar psikometrik skala 200–800?
- Apakah skor TKA SMA dihitung dengan penyetaraan antarpaket soal, dan bagaimana caranya?
- Kapan tabel konversi atau kajian penautan dengan skor TKA 2025 dipublikasikan?
- Bagaimana batas 725 serta kategori Baik, Memadai, dan Kurang ditentukan?
- Bagaimana panitia SNBP 2027 akan memakai skor ini, dan berapa bobotnya?
- Apa langkah konkret untuk memperbaiki kelemahan literasi inferensial dan penalaran kontekstual yang ditemukan pada 2025?
Tanggapan Kemendikdasmen atas pertanyaan-pertanyaan ini akan dimuat Kalawaca begitu diterima.
Dokumen Resmi
- Laman Unduhan TKA, Pusat Asesmen Pendidikan (memuat Kepmendikdasmen 56/2026 dan kerangka asesmen TKA SMA/SMK).
- Petunjuk Teknis TKA-AN 2026 (PDF).
Referensi
- “Link Pedoman TKA dan AN di Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026“, detikEdu, 11 Maret 2026.
- “Skor Hasil TKA SMA-SMK 2026 Berubah! Bukan Lagi 0-100“, detikEdu, 16 September 2026.
- “Skoring TKA SMA/SMK 2026: Rentang Nilai 200-800, Istimewa 725,00“, RM.id.
- “Nilai Rata-Rata Anak SMA RI dari Hasil TKA 2025: Matematika 36,10“, Bloomberg Technoz, Desember 2025.
- “Rerata Nilai TKA Bahasa Inggris dan Matematika Jeblok, Ini Penyebabnya“, detikEdu, 22 Desember 2025.
- “Siswa SMA Wajib Tahu! Nilai TKA Segera Berlaku untuk SNBP dan SNBT 2027“, Medcom.id, 20 Mei 2026.
- “Skoring TKA SMA 2026, Apa Bedanya dengan Sistem Nilai Tahun Sebelumnya?“, Liputan6.com, 21 September 2026.
- Kemendikdasmen, “Kemendikdasmen Tetapkan Pendaftaran TKA 2026 Dimulai pada 27 Juli 2026“, siaran pers, 7 Juli 2026.




















