JAKARTA, KALAWACA.COM — Pelaksanaan utama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/sederajat 2026 berakhir Minggu (8/11/2026) dengan gelombang khusus terakhir. Namun, bagi siswa sekolah menengah di Kalimantan Tengah, ujian itu belum dimulai. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat seluruh pelaksanaan TKA jenjang menengah di provinsi itu dialihkan ke jadwal susulan yang baru dibuka 16 November.
Penundaan ini menempatkan siswa Kalimantan Tengah pada lintasan yang berbeda dari rekan-rekan mereka di provinsi lain. Mereka menempuh tes yang sama, dengan skor yang akan diumumkan pada hari yang sama, tetapi setelah berminggu-minggu belajar di bawah kabut asap. Bagi kelas 12, hasil TKA menjadi salah satu bekal untuk melanjutkan studi.
Diusulkan dinas, disetujui kementerian
Usulan penundaan datang dari Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah dalam rapat teknis pelaksanaan TKA yang digelar daring, lalu disetujui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), seperti diberitakan NU Online pada 27 Oktober 2026.
“Untuk keselamatan murid, Disdik Kalteng satu-satunya yang mengusulkan penundaan TKA dan disetujui Kemendikdasmen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo. Menurut dia, penundaan juga memberi siswa waktu tambahan untuk belajar.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menyatakan pelaksanaan TKA di daerah terdampak bencana harus mempertimbangkan kondisi riil setiap sekolah. “Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” ujarnya. Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta memetakan aspek keselamatan, kesehatan, akses ke sekolah, dan kesiapan sekolah.
Berdasarkan keputusan Kemendikdasmen, jadwal susulan untuk peserta di Kalimantan Tengah dibagi ke dalam empat kelompok:
- Susulan Gelombang I: 16–19 November 2026
- Susulan Khusus I: 21–22 November 2026
- Susulan Gelombang II: 23–26 November 2026
- Susulan Khusus II: 28–29 November 2026
Rentang itu sama dengan jadwal susulan nasional, 16–29 November 2026, yang memang disediakan bagi peserta yang berhalangan pada pelaksanaan utama.
Suara dari ruang kelas
Sejumlah pengurus OSIS SMA di Kalimantan Tengah menyambut penundaan itu. “Kami mengapresiasi kepada pihak yang telah memperjuangkan penundaan tersebut demi memberikan rasa aman kepada siswa,” kata Ketua OSIS SMAN 1 Muara Teweh, Lintang Maylaffayza. Ia berharap udara sudah membaik ketika ujian digelar.
Harapan itu bergantung pada perkembangan api di lapangan. Hingga 23 Oktober 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 16.097 hektare, tertinggi di antara provinsi di Kalimantan. Kalimantan Selatan mencatat 1.506 hektare dan Kalimantan Barat 1.370 hektare.
Hampir 3,9 juta peserta, satu tanggal pengumuman
Secara nasional, 3.864.195 siswa mendaftar TKA jenjang SMA/sederajat dari 4.213.114 calon peserta, atau 91,72 persen, menurut data yang disampaikan Toni. Pelaksanaan utama berlangsung 26 Oktober–8 November 2026 dalam dua gelombang reguler dan dua gelombang khusus.
Setelah itu, Kemendikdasmen mengolah hasil mulai 8 November hingga 22 Desember 2026. Hasil seluruh peserta, termasuk peserta susulan, dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026. Artinya, siswa Kalimantan Tengah tidak akan menerima skor lebih lambat dari siswa di daerah lain, meski jeda antara ujian dan pengumuman mereka lebih pendek.
Kabut asap tahun ini juga mengganggu sekolah di luar Kalimantan. Di Kota Sorong, Papua Barat Daya, siswa sempat belajar dari rumah sebelum kembali ke pembelajaran tatap muka setelah kualitas udara membaik.
Pertanyaan yang belum terjawab
Penundaan menjawab soal keselamatan, tetapi menyisakan pertanyaan lain. Berapa lama siswa Kalimantan Tengah belajar dari rumah selama musim asap? Apakah sekolah punya cukup perangkat dan listrik untuk menggelar tes berbasis komputer dalam empat kelompok jadwal? Lalu, bagaimana jika kabut asap kembali pekat menjelang 16 November?
Kalawaca akan meminta keterangan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah dan Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen soal jumlah peserta terdampak dan rencana cadangan bila kondisi udara memburuk. Pembahasan tentang cara membaca skor TKA dapat dibaca dalam laporan Skor TKA 600 Bukan Berarti 60 Persen Jawaban Benar.




