SOE, KALAWACA.COM — SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, membuka pintu bagi calon siswa melalui kegiatan open house di Soe. Sekolah yang baru beroperasi sejak Juli 2026 itu mulai menjaring peserta didik untuk tahun ajaran 2027/2028.
Kepala Biro Umum, Humas, dan Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Manifes Zubayr mengatakan Sekolah Garuda bertujuan mengembangkan talenta terbaik bangsa dan memperluas akses pendidikan bermutu. “Melalui pendidikan yang berkualitas, kita ingin membuka kesempatan yang lebih luas kepada putra-putri Indonesia,” ujarnya, seperti dilaporkan ANTARA, Sabtu (17/10/2026).
75 siswa di tahun pertama
Saat ini SMA Unggul Garuda TTS memiliki 75 siswa, 17 guru, dan lima tenaga kependidikan. Sekolah ini dirancang untuk mengembangkan siswa di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Penjabat Sekretaris Daerah TTS Denny Nubatonis menyambut kehadiran sekolah itu. “Penguasaan sains dan teknologi serta pembentukan karakter menjadi kunci bagi generasi muda untuk bersaing,” katanya. Pemerintah daerah, menurut dia, akan mendukung melalui kemitraan di bidang kesehatan, lingkungan, pertanian, dan pendidikan.
Serentak di 51 sekolah
Open house digelar serentak di 51 sekolah ekosistem Sekolah Garuda. Empat di antaranya SMA Unggul Garuda baru, yakni di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan TTS. Sisanya 47 SMA Unggul Garuda Transformasi.
Kegiatan di Soe dihadiri siswa SMP dan MTs, tokoh adat dan masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Acara diisi pentas seni, sosialisasi penerimaan siswa, peluncuran buku tentang SMA Unggul Garuda, dan tur ke kelas, laboratorium, serta perpustakaan.
Bagi pelajar berprestasi di TTS, sekolah ini membuka jalur pendidikan menengah unggulan tanpa harus keluar daerah. Tantangannya adalah memastikan seleksi tetap terjangkau bagi anak dari keluarga dan sekolah dengan fasilitas terbatas.




