Kabupaten Bogor mencatat rekor sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), tercatat 103.092 pemain judol berasal dari Kabupaten Bogor dengan total nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar.
Data tersebut diungkapkan PPATK melalui unggahan resmi akun Instagram @ppatk_indonesia. Dalam unggahan itu, PPATK menyebut kawasan Jabodetabek telah membentuk klaster tersendiri sebagai episentrum judi online nasional.
“Membentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi online nasional.”
PPATK, dalam unggahan Instagram resminya, Selasa (23/6/2026)
Dari total empat wilayah terbesar di Jabodetabek, nilai deposit gabungan mencapai sekitar Rp1,78 triliun. Setelah Kabupaten Bogor, posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan deposit sebesar Rp600,6 miliar. Jakarta Timur berada di urutan ketiga dengan 81.750 pemain dan deposit Rp425,9 miliar, serta Kota Bandung di posisi keempat dengan 80.549 pemain dan deposit Rp341,7 miliar.
Kecamatan dengan Pemain Judol Terbanyak
Bila dirinci hingga level kecamatan, PPATK mencatat Cengkareng, Jakarta Barat sebagai kecamatan dengan pemain judol terbanyak yakni 21.497 pemain. Disusul Cakung, Jakarta Timur (14.664 pemain), Tanjung Priok, Jakarta Utara (13.769 pemain), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (9.948 pemain), dan Bekasi Utara, Bekasi (7.793 pemain).
PPATK menegaskan fenomena judi online kini bukan lagi sesuatu yang abstrak atau jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita.”
PPATK
Usia Produktif Paling Rentan
PPATK juga mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif menjadi penyumbang terbesar pemain judol. Mayoritas pemain berasal dari rentang usia 20–30 tahun, diikuti kelompok usia 31–40 tahun. Sementara berdasarkan jenis kelamin, pemain laki-laki mendominasi dengan perbandingan 7:4 dibandingkan perempuan.
“Artinya, kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi online. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif.”
PPATK
Berdasarkan klasifikasi 10 provinsi dengan jumlah pemain terbesar, DKI Jakarta menyumbang empat daerah, Jawa Barat empat daerah, dan Banten dua daerah.




















