PURWOKERTO, KALAWACA.COM — Nama Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng. menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.
KPK mengonfirmasi Akhmad Sodiq menjadi salah satu pihak yang ditangkap dalam OTT pada Kamis, 20 Agustus 2026. Selain rektor, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat Unsoed dalam operasi yang diduga berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru.
Akademisi bidang peternakan
Sebelum memimpin Unsoed, Akhmad Sodiq dikenal sebagai akademisi di bidang peternakan. Ia merupakan alumnus Fakultas Peternakan Unsoed untuk jenjang sarjana.
Berdasarkan profil resmi Unsoed, Sodiq menempuh pendidikan S1 Peternakan di Universitas Jenderal Soedirman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister bidang Animal Science di George-August University, Jerman, dan pendidikan doktor bidang yang sama di Kassel University, Jerman.
Dokumen Fakultas Peternakan Unsoed juga mencatat Sodiq sebagai guru besar dengan bidang keahlian manajemen ternak potong. Dalam dokumen tersebut, pendidikan S1 tercatat ditempuh di Unsoed pada 1993, S2 di Jerman pada 1997, dan S3 di Jerman pada 2004.
Dari Wakil Rektor hingga Rektor
Karier Sodiq di Unsoed berkembang dari dosen hingga menduduki sejumlah posisi strategis. Sebelum terpilih menjadi rektor, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed periode 2018-2022.
Dalam pemilihan Rektor Unsoed 2022-2026, Sodiq memperoleh 76 suara dan mengungguli dua kandidat lainnya. Ia kemudian dilantik sebagai Rektor Unsoed periode 2022-2026 pada Mei 2022.
Selain berkarier di Unsoed, Sodiq pernah dipercaya menjadi Ketua Tim Pendiri sekaligus Rektor pertama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto pada 2017-2018. Setelah itu, ia kembali ke Unsoed dan menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik.
Pada April 2026, Sodiq kembali terpilih sebagai Rektor Unsoed untuk periode 2026-2030. Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh 87 suara, mengungguli Prof. Dr. Ali Rokhman yang mendapatkan 35 suara.
Pernah menerima sejumlah penghargaan
Profil resmi Unsoed mencatat sejumlah penghargaan yang pernah diterima Sodiq. Di antaranya Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2017, Unsoed Award bidang pengabdian kepada masyarakat, serta sejumlah penghargaan dosen berprestasi di tingkat Fakultas Peternakan dan universitas.
Ia tercatat sebagai Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed pada 2006 dan 2009. Ia juga memperoleh penghargaan dosen berprestasi tingkat universitas pada 2006 dan 2009.
Terjaring OTT KPK
Karier panjang tersebut kini berhadapan dengan proses hukum setelah KPK melakukan OTT di lingkungan Rektorat Unsoed.
KPK menyebut OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan praktik transaksional dalam proses masuk perguruan tinggi.
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah. KPK masih melakukan proses hukum untuk mengungkap konstruksi perkara dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini membuat sosok Akhmad Sodiq tidak hanya disorot karena rekam jejak akademiknya, tetapi juga karena posisinya sebagai pimpinan perguruan tinggi negeri yang kembali terpilih untuk periode 2026-2030.



















