JAKARTA, KALAWACA.COM — Timnas Indonesia mengalahkan Thailand secara dramatis lewat adu penalti 4-2 dan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup pada Senin (5/10/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Keberhasilan ini mengakhiri rentetan kegagalan di partai final regional selama lebih dari dua dekade. Menurut laporan resmi turnamen, Indonesia menahan Thailand hingga babak perpanjangan waktu sebelum pertandingan beralih ke tendangan penalti.
Strategi dan Perubahan Taktik
Pelatih John Herdman memulai final dengan formasi 3-4-2-1, menempatkan Lee Baker sebagai ujung tombak didukung oleh Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen. Pada menit ke‑23, ia mengganti Ivar Jenner dengan Thom Haye untuk menambah kelincahan di lini tengah.
Setelah babak pertama berakhir 0-0, Herdman kembali menyesuaikan susunan pemain. Ia menurunkan Dean James menggantikan Haye, sekaligus menambah Rizky Ridho dan kembali menurunkan Jenner pada menit ke‑60 untuk memperkuat lini serang.
Dominasi penguasaan bola Indonesia mencapai 68 % pada babak pertama, namun serangan balik Thailand menekan lini belakang, memaksa kiper Emil Audero menerima dua tembakan berbahaya. Justin Hubner terpaksa menerima kartu kuning pada menit ke‑23 untuk menghentikan serangan balik lawan.
Adu Penalti dan Penutup
Gol pertama Indonesia tercipta pada menit ke‑84 melalui tendangan bebas Dean James setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat gol dari pengganti Iklas Sanron.
Pada perpanjangan waktu, Thailand kembali mencetak gol pada menit ke‑111, membuat skor 2-1. Indonesia kembali bangkit, Egi Maulana Vikri memberikan umpan kepada Rizky Ridho yang melancarkan silang, namun kiper Thailand menepisnya. Bola kemudian beralih ke Elkan Baggott yang menegakkan skor menjadi 2-2 pada menit ke‑116.
Setelah 120 menit, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Semua eksekutor Indonesia berhasil mengeksekusi tendangannya, sementara dua penendang Thailand gagal, sehingga Indonesia dinyatakan juara dengan skor penalti 4-2.
Kemenangan ini mematahkan “kutukan” runner‑up yang melekat pada Garuda sejak turnamen regional 2000. Sebelumnya, Indonesia pernah mencapai final enam kali tanpa pernah mengangkat trofi. Keberhasilan ini juga menutup catatan tiga kekalahan melawan Thailand di final Piala AFF (2000, 2002, 2016).
Dengan gelar ini, Timnas Indonesia menatap turnamen Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi, dan dipastikan akan kembali berhadapan dengan Thailand pada fase grup bersama Jepang dan Qatar.
Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan Indonesia Vs Thailand: Juara FIFA ASEAN Cup, Tim Garuda Catatkan Sejarah Baru (kompas.id, 5 Oktober 2026).



















