Minat Baca Nasional Masih Rendah, Rejang Lebong Dorong Literasi lewat Bulan Bahasa

Pemkab Rejang Lebong mendorong budaya baca melalui Bulan Bahasa dan Gebyar Literasi di SMPN 1 Rejang Lebong. Guru dan siswa juga meluncurkan antologi cerpen Ibu di Ujung Senja.

Avatar Redaksi

2 menit baca

Kantor Bupati Rejang Lebong di Curup, Bengkulu
Ilustrasi: Kantor Bupati Rejang Lebong di Curup (foto arsip). Foto: Mfikriansori/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

REJANG LEBONG, KALAWACA.COM — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mendorong penguatan budaya baca dan kreativitas siswa melalui Bulan Bahasa dan Gebyar Literasi di SMP Negeri 1 Rejang Lebong, Selasa (27/10/2026).

Asisten II Sekretariat Daerah Rejang Lebong Titin Verayensi mengutip data Perpustakaan Nasional yang menempatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional di angka 54,8, masuk kategori rendah. Ia menyampaikan pesan bupati agar sekolah “perbanyak kegiatan positif seperti kegiatan literasi ini agar anak-anak mampu membaca, menulis”, memahami makna, dan bertanggung jawab atas tulisannya.

Lebih dari lomba dan seremoni

Wakil Kepala SMPN 1 Rejang Lebong Bidang Kurikulum Hardinal mengatakan Bulan Bahasa dimaksudkan menumbuhkan kecintaan pada bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis,” kata Hardinal, seperti dilaporkan ANTARA. Menurut dia, kemampuan itu makin penting di tengah derasnya informasi digital, ketika siswa harus bisa membedakan fakta dan hoaks.

Antologi cerpen guru dan siswa

Kegiatan itu juga menandai peluncuran antologi cerita pendek Ibu di Ujung Senja, karya guru dan siswa. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong Zakaria Efendi menyebut buku itu sebagai bukti kreativitas warga sekolah.

“Kita ingin literasi menjadi kebiasaan sehari-hari, membaca menjadi kebutuhan, dan menulis menjadi sarana” berekspresi, ujarnya.

Angka TKM yang dikutip pemerintah daerah menunjukkan tantangan yang lebih luas: kebiasaan membaca belum tumbuh merata. Kegiatan berbasis sekolah seperti ini menjadi salah satu cara menghadirkan buku dan menulis sebagai pengalaman sehari-hari, bukan sekadar tugas.

Referensi

  1. Nur Muhamad, “Pemkab Rejang Lebong dorong peningkatan literasi dan kreativitas siswa“, ANTARA Bengkulu, 27 Oktober 2026.

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi atau hak jawab.