Beranda Bogor Apa Penyebab Ambruknya Gedung Majelis Taklim di Bogor?

Apa Penyebab Ambruknya Gedung Majelis Taklim di Bogor?

Bangunan Majelis Taklim ambruk di Bogor. Sumber : Dokumentasi tvOnenews/Aldi Herlanda.
Bangunan Majelis Taklim ambruk di Bogor. Sumber : Dokumentasi tvOnenews/Aldi Herlanda.

Bogor, 10 September 2025 — Gedung Majelis Taklim As-Sobiyah yang terletak di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ambruk saat peringatan Maulid Nabi pada Minggu pagi. Kejadian tersebut menewaskan empat orang dan menyebabkan lebih dari 100 orang luka-luka. Setelah melakukan penyelidikan, pihak berwenang mengungkapkan bahwa penyebab utama ambruknya bangunan adalah ketidakmampuan struktur gedung untuk menahan beban yang melebihi kapasitas.

Menurut M. Adam Nugraha, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, “Analisa penyebab kejadian, struktur bangunan yang sudah lama dan sudah tidak kuat menahan beban lebih sehingga mengalami ambruk.” Dugaan ini diperkuat dengan penjelasan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang menyatakan bahwa bangunan tidak dirancang untuk menampung banyaknya jemaah yang hadir pada acara tersebut.

Bangunan yang baru dibangun enam bulan lalu dan direncanakan untuk menampung 150 orang, diperkirakan mengalami kerusakan struktural akibat kelebihan jumlah pengunjung. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa para jemaah yang sebagian besar adalah perempuan dan lansia terlihat panik dan terjebak di antara reruntuhan bangunan.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menjamin biaya perawatan bagi para korban yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan kembali musala dan Rp50 juta untuk renovasi Majelis Taklim As-Sobiyah.

Proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan telah selesai dilakukan, namun penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan faktor-faktor lain yang turut menyebabkan ambruknya gedung tersebut.

Kejadian ini menjadi perhatian serius mengenai keselamatan struktur bangunan tempat ibadah dan kegiatan masyarakat lainnya. Pemerintah setempat berkomitmen untuk memastikan hal serupa tidak terjadi di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini