
JAKARTA, Kalawaca.com – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan lintas tokoh agama dan kebangsaan yang berlangsung di Rumah Katedral, Jakarta, Selasa (6/5/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Dewan Kehormatan ICRP Ignatius Suharyo, Dewan Kehormatan ICRP Gandi Sulistiyanto Soeherman, Ketua I ICRP Ulil Abshar Abdalla, Ketua III ICRP Chandra Setiawan, Dewan Pendiri ICRP Michael Utama Purnama, Sekretaris ICRP Erry Sutandi, Pengurus Harian ICRP Dewi Kanti, Dewan Pembina ICRP Amanda Suharnoko, Dewan Pembina ICRP Zafrullah Pontoh, Direktur ICRP Ilma Sovri Yanti, Ketua Perhimpunan St. Carolus Simon Subrata, serta Bendahara Umum ICRP Vincent Jaya Saputra.
Dalam sambutannya, Kardinal Ignatius Suharyo menekankan pentingnya merefleksikan kembali pesan perdamaian universal yang terinspirasi dari pertemuan bersejarah antara Bapak Suci Paus dan Imam Besar di Masjid Agung Aljazair.
“Momen tersebut sangat simbolik. Dua pemimpin agama besar bertemu di suatu rumah ibadah, berbicara dalam keheningan, dan berdoa kepada Allah yang Maha Esa,” ujar Kardinal Suharyo.
Ia juga menggemakan pesan yang menurutnya selalu dibawa dalam setiap kunjungan lintas iman tersebut.
“Semoga damai meliputi seluruh dunia,” lanjutnya.
Kardinal Suharyo menilai, semangat perdamaian lintas agama sejatinya telah menjadi komitmen panjang dalam sejarah kemanusiaan. Hal itu, kata dia, sejalan dengan semangat ensiklik Pacem in Terris yang menyerukan perdamaian dunia sejak 1963.
Menurutnya, ICRP hadir bukan sekadar menjadi ruang toleransi formal, melainkan wadah bersama untuk menghadirkan penghormatan dan penghargaan antarumat beragama di Indonesia.
“Usaha kita di ICRP bukan hanya sekadar untuk bertoleransi, tetapi melangkah lebih jauh untuk saling menghormati dan menghargai. Itulah watak dasar bangsa Indonesia yang harus terus kita rawat dan kita kembangkan,” katanya.
Senada dengan itu, Gandi Sulistiyanto Soeherman menegaskan bahwa pesan perdamaian harus menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat Indonesia.
“Pesan ini sangat penting bagi seluruh umat dari negara kita. Damai di dunia ini adalah milik kita bersama,” tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, ICRP berharap dialog lintas agama dapat terus diperkuat demi menghadirkan kedamaian yang melampaui sekat perbedaan, sekaligus memperkokoh persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



















