Beranda Daerah Pemprov Jabar Perketat Rekrutmen Kerja, Buka Aduan di Sapawarga

Pemprov Jabar Perketat Rekrutmen Kerja, Buka Aduan di Sapawarga

Tangkapan layar aplikasi Sapawarga menampilkan fitur laporan calo lowongan kerja
Sumber: antaranews.com • 11 Okt 2026

Bandung, KALAWACA.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengawasan rekrutmen kerja dengan membuka layanan aduan khusus lewat aplikasi Sapawarga.

Layanan Aduan Melalui Sapawarga

Jalan tersebut diluncurkan pada Senin (11/10/2026) setelah meningkatnya laporan masyarakat tentang percaloan atau pungutan liar dalam proses pencarian lowongan kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara tegas oleh jajaran pengawas tenaga kerja di masing‑masing wilayah.

“Kalau susah dicari, tidak tahu orangnya siapa, akan kami telusuri di media sosial. Kami koordinasi dengan Disnakertrans daerah,” kata Kim Fajar dalam keterangan di Bandung, Minggu. Ia menambahkan bahwa petugas akan menelusuri identitas pelaku melalui jejaring sosial bila diperlukan.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai tawaran kerja yang meminta biaya apa pun. Disnakertrans Jabar terus menggencarkan edukasi bahwa proses pencarian kerja resmi tidak dipungut biaya sepeser pun.

Platform Nyari Gawe dan Upaya Swasta

Selain layanan aduan, Pemprov Jawa Barat juga menghadirkan platform digital “Nyari Gawe”. Aplikasi ini memungkinkan pencari kerja melamar langsung ke perusahaan tanpa perantara, sehingga transparansi proses rekrutmen dapat terjaga.

Langkah serupa didukung oleh sektor swasta. Perwakilan Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Everpro Indonesia Technologies, Niryani, mengungkapkan perusahaan aktif mensosialisasikan kewaspadaan terhadap penipuan rekrutmen melalui kanal media sosial resmi.

“Oknum itu bilangnya pelamar kerja sudah diterima. Ada juga yang diinfokan akan tanda tangan kontrak kerja, padahal kami tidak mengirimkan info itu,” ucap Niryani. Ia menekankan pentingnya memverifikasi keabsahan kontak perusahaan dan menyarankan pelamar untuk mendatangi langsung lokasi perusahaan bila menerima pesan mencurigakan.

Upaya gabungan antara pemerintah dan swasta diharapkan dapat memutus rantai perantara yang menuntut uang, sekaligus memberikan jalur resmi bagi pencari kerja yang menjadi korban penipuan.

Secara keseluruhan, kebijakan ini menambah lapisan perlindungan bagi tenaga kerja di Jawa Barat. Dengan memanfaatkan teknologi digital, Disnakertrans Jabar dapat memantau dan menindak cepat setiap indikasi percaloan, sementara platform Nyari Gawe memberi alternatif pencarian kerja yang lebih aman.

Jika masyarakat melaporkan kasus percaloan melalui Sapawarga, data akan terintegrasi ke sistem pengawasan daerah, mempercepat proses verifikasi dan penindakan. Hal ini diharapkan menurunkan angka penipuan rekrutmen dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan ketenagakerjaan resmi.

Artikel ini disusun berdasarkan pemberitaan Waspada calo lowongan kerja, Pemprov Jabar siapkan aplikasi Sapawarga (antaranews.com, 11 Oktober 2026).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini