KULON PROGO, KALAWACA.COM — Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti apel pagi yang dipimpin Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Selasa (27/10/2026).
Dalam amanatnya, Ambar meminta siswa tidak menjadikan latar belakang keluarga yang kurang mampu sebagai penghalang untuk berprestasi. “Negara hadir di sini untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah,” katanya, seperti dilaporkan ANTARA.
Ia mendorong siswa membuang rasa minder dan berani bermimpi tinggi, termasuk menjadi bupati, gubernur, menteri, anggota TNI dan Polri, hingga presiden. “Siswa harus memiliki semangat juang tinggi untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Pesan dari aparat setempat
Wakapolres Kulon Progo Kompol Muhammad Sholeh mengingatkan siswa meluruskan niat belajar dan menyeimbangkan pendidikan dengan ibadah. Kasdim 0731/Kulon Progo Mayor Cpl Sutarjo meminta siswa menjauhi rasa malas dan menyebut alumni SRT yang terpilih menjadi anggota Paskibraka sebagai contoh prestasi.
Wakil Kepala Bidang Humas SRT Gulurejo Dahestin Yusehadi menyambut kunjungan itu sebagai dukungan moral. “Kami berharap dengan dukungan ini, siswa di sini semangat terus meningkat untuk mengejar cita-cita,” katanya.
Sekolah untuk keluarga miskin
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang dijalankan Kementerian Sosial. Sekolah berasrama ini ditujukan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama di asrama ditanggung negara.
Di tingkat nasional, Kemensos menyatakan Sekolah Rakyat juga terbuka bagi anak penyandang disabilitas. Efektivitas program ini dalam jangka panjang, termasuk kualitas pembelajaran dan kelanjutan studi lulusannya, masih perlu dipantau.
Catatan: ANTARA menulis nama wakil bupati “Ambar Purwoko” di badan berita dan “Ambar Purwaka” di keterangan foto. Kalawaca memakai ejaan di badan berita.




